Kelompok Penari Ibu-ibu Jadi Penampil Pembuka Kethoprak RRI
- 30 Agt 2024 13:15 WIB
- Surakarta
KBRN, Surakarta: Kebanyakan seseorang yang mulai memasuki usia senja, akan mempunyai kegiatan rutin spesifik yang disukai. Seperti berkebun, menyulam, senam, dan lainnya. Berbeda dengan yang lain, menari menjadi kegiatan yang dipilih oleh kelompok ibu-ibu di sanggar yang ada di Surakarta.
Hasil latihan kelompok ibu-ibu penari tersebut nampak saat menjadi penampil pembuka pegelaran Kethoprak ‘Damarwulan Winisuda’ di Auditorium Sarsito Mangoenkoesoemo RRI Surakarta pada 27 Agustus 2024. Meski sudah tidak muda, ibu-ibu dengan berbagai usia ini membawakan tari Gambyong dengan gemulai dan kompak serta selaras dengan alunan musiknya.
Erna Miapiana, pengajar tari kelompok ibu-ibu di sanggar itu menuturkan jika kelompok penari tersebut baru ada sekitar dua hingga tiga tahun. ”Kalau yang usia anak-anak latihannya empat bulan sebelum tampil, kalau yang ibu-ibu lima bulan latihannya,” ujar Erna tentang lama waktu latihan sebelum tarian bisa ditampilkan.
Dalam sanggar ini terdapat tiga kategori kelompok penari, yaitu anak-anak, remaja, dan ibu-ibu. Masing-masing kelompok mempunyai jadwal rutin latihan menari dua kali dalam seminggu.
Menari di usia yang tidak muda tentu mempunyai tantangan tersendiri, salah satunya masalah kekuatan dan keseimbangan tubuh, seperti yang diungkapkan Yuni salah satu penari kelompok ibu-ibu. “Wes tua ki bedo e mbak, opo meneh aku tua dewe. Keseimbangane ki bedo wisan. (Sudah tua itu beda mbak, apalagi aku tua sendiri. Keseimbangan (tubuh)-nya juda sudah beda),” tutur Yuni saat ditemui setelah menari Gambyong bersama rekan-rekannya.
Ternyata usia bukan hambatan untuk dapat menari bahkan hingga dapat tampil di panggung dan disaksikan oleh banyak penonton. Meski banyak tantangan yang harus dilewati.(Erza-LPU)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....