Langendriyan Fenomena Opera Cross Gender Ala Jawa
- 28 Jun 2024 14:25 WIB
- Surakarta
Kaori Okado seorang seniman dari Jepang juga menyatakan bahwa cross gender pun terjadi di Jepang, dan dia mengaku sangat tertarik untuk mengkaji fenomena cross gender ini. Ia mengaku ketertarikannya memainkan peran laki berawal dari sejak remaja melalui pertunjukan yang dia ikuti.
"Saat SMP dan SMA, saya tergabung dalam klub drama, tapi karena itu adalah sekolah menengah khusus perempuan, semua peran dimainkan oleh perempuan. Saya juga memainkan peran laki-laki waktu itu", ungkap Kaori kepada RRI melalui telepon, Rabu (26/6/2024)

Kaori OKADO membawakan peran laki laki laki dalam sebuah tarian karyanya dipentaskan di Jepang (Foto IG Kaori)
Lebih lanjut Kaori menyampaikan, di Jepang ada kelompok teater musikal terkenal yang semua pemainnya perempuan bernama Takarazuka Revue, yang sangat populer. Dalam Kabuki, seni pertunjukan tradisional Jepang, semua peran dimainkan oleh laki-laki.
Hal2 tersebut menjadi alasan bagi Kaori yang nota bene seniman berasal dari Jepang tertarik untuk melakukan penelitian terhadap Langendriyan pura Mangkunegaran Surakarta, untuk melengkapi studi S2-nya di Jepang.
Langendriyan Mangkunagaran adalah sebuah dramatari menceritakan Kerajaan Majapahit versi Babad, dengan tokoh2 utama: Ratu Ayu Kencana Wungu, Patih Logender, Seta, Kumitir, Minakjingga, Damarwulan, Ranggalawe, Sindura, Menak Koncar, Anjasmara, Wahita, Puyengan, dan lain lain.
Sebagaimana cerita pada umumnya, Tokoh tokoh dalam Langendriyan tersebut terdiri dari tokoh laki laki dan perempuan. Namun dalam Langendriyan Mangkunegaran semua tokoh dibawakan oleh pemeran perempuan.

Pemeran /aktor perempuan (Ita Wijayanti) membawakan tokoh laki-laki bernama Damarwulan (Foto Koleksi Ita Wijayanti)
Sebagai seni pertunjukan dramatari, maka medium sarana ekspresi nya berupa gerak tari, didukung dengan musik karawitan. Keunikan lainnya adalah dialog antar tokoh tersaji dalam bentuk tembang atau olah vokal. Kombinasi antara Olah tari, olah vokal, dan musikal dalam bingkai cerita, dengan seluruh aktor perempuan menjadikan Langendriyan menarik dan unik.
"Saya telah mengikuti latihan tari di Puro Mangkunugaran sejak tahun 2003. Selama latihan ini, Langendriyan terkadang dipraktikkan. Saya suka menari dan menyanyi, jadi saya tertarik dengan Langendriyan, yang juga dikenal sebagai opera Jawa. Menariknya lagi, di Istana Kerajaan Mangkunugaran, semua pertunjukannya dibawakan oleh perempuan. Saya sendiri suka menari tari laki-laki, dan saya belajar Tari karakter Gagah dan Alus gaya Mankunugaran," kata Kaori.
(Ali Marsudi)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....