Tarian Unik Bedhaya Diradameta Siap Dipentaskan Kembali di Mangkunagaran
- 27 Apr 2024 21:11 WIB
- Surakarta
KBRN, Surakarta: Tari Bedaya Senopaten Diradamata untuk kesekian kalinya akan digelar di pendapa Agung Mangkunegaran Surakarta, Minggu (28/04/2024). Pergelaran kali ini dalam rangka peringatan 267 tahun berdirinya Pura Mangkunegara. Sekaligus dikaitkan dengan peringatan Hari Tari Dunia 2024.
Tari bedaya Diradameta merupakan ciptaan KGPAA Mangkunegara I, atau yang terkenal dengan sebutan Pangeran Sambernyawa atau Raden Mas Said.
Daryono menjelaskan, tarian Bedaya Senopaten Diradamata merupakan monumen atau penanda perjuangan Pangeran Sambernyawa bersama laskarnya, setelah memenangkan peperangannya di hutan Sita Kepyak Rembang.
Lebih lanjut Daryono memaparkan : Pangeran Sambernyawa, dengan laskarnya, termasuk Patih Kudanawarsa, dan Rangga Panambang, secara logika tidak mungkin untuk menang. Sebab dikepung oleh 2 detasemen prajurit VOC dan tentara bayaran rakyat Indonesia yang kala itu belum menyatu.
"Dalam posisi terjepit, bahkan tidak sempat membuat gelar atau strategi perang, Pangeran Sambernyawa beserta pasukannya mengamuk bagaikan gajah, hingga berhasil memenangkan peperangan, Itulah sebabnya tarian yang diciptakan disebut Diradameta yang berarti Gajah mengamuk," ungkap Daryono kepada rri.co.id di sela Gladi Bersih di Pendopo Agung Mangkunegaran, Sabtu (27/04/2024)
Tari ber-genre bedaya ini termasuk unik, karena di tarikan oleh 7 orang penari laki-laki, 7 orang penyimping (pembantu penari utama) seluruh musisi dan vokalis laki-laki. Itulah sebabnya secara lengkap tarian ini disebut 'Bedhaya Kakung Senapaten Diradameta'
Daryono mencatat setelah digelar pertama kali 2007 di Pendapa Agung Mangkunegaran, kemudian secara berturut-turut digelar di : Teater Salihara atas permintaan Goenawan Muhammad (penyair dan pendiri Majalah Tempo) di Musium Nasional dan Gedung Kesenian Jakarta dalam acara Catur Sagotra. Kemudian Teater Nedar Taman Ismail Marzuki dalam acara Indonesia Dance Festival, juga di Pendopo ISI dalam rangka Hari Tari se Dunia 2014. Pernah pula dipentaskan di Singapura dan Taman Budaya Jawa Tengahdi Surakarta.
Agus Prasetyo salah satu penari bedaya Diradameta menyampaikan pengalamannya bahwa turut menarikan tarian Diradameta. "Merupakan suatu kebanggaan tersendiri, karena merupakan tarian yang unik, sakral, agung, dengan intensitas menari tingkat tinggi," ucap Agus Pras.
Untuk pementasan kali ini para penari yang semuanya merupakan penari senior di Kota Solo, melaksanakan latihan selama seminggu berturut-turut di Ndalem Prangwedanan Mangkunegaran. Sedangkan gladi bersih di Pendapa Agung Mangkunegaran.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....