Wisata Solo Dengan Kereta Api Uap "Sepur Klutuk Jaladara"
- 23 Apr 2024 19:12 WIB
- Surakarta
KBRN,Surakarta; Naik kereta api..tut..tut..tut..siapa hendak turut?..sepenggal lirik dri lagu naik kereta api yang sering kita dengar masa kecil kita dulu...semua orang pasti pernah naik kereta api,salah satu moda transportasi yang menjadi favorit masyarakat dalam bepergian.
Banyak tempat atau tujuan yang bisa kita tempuh dengan mengguakan kereta api dari satu kota ke kota lainnya. Tapi kereta api juga bisa digunakan untuk berwisata. Dan kereta api yang jalurnya melewati pusat kota hanya ada di Solo.
Salah satu kereta api yang ada dikota Solo bernama Sepur Klutuk Jaladara,yang bukan sekedar sebuah sepur ( dalam Bahasa Jawa ) atau kereta api.
Dilansir dari laman Pemerintah Kota Solo,Sepur Kluthuk Jaladara adalah kereta uap yang masih beroperasi di Kota Solo. Beroperasi sejak penjajahan Belanda, kereta ini lalu-lalang membelah jalan protokol Kota Solo berbahan bakar kayu jati. Sepur Kluthuk Jaladara merupakan buatan Jerman pada tahun 1896 yang oleh Pemerintah Hindia Belanda digunakan sebagai alat transportasi jarak pendek. Nama Jaladara sendiri diambil dari nama kereta pusaka yang dihadiahkan para dewa kepada Prabu Kresna untuk membasmi kejahatan.
Dengan menarik dua gerbong, Sepur Kluthuk Jaladara ini melaju melintasi jalur protokol nan legendaris yang membelah Kota Solo menyusuri Jalan Slamet Riyadi, mulai dari Stasiun Purwosari menuju Stasiun Solo Kota yang berjarak sekitar 6 km.
Pertama kali beroperasi sebagai kereta wisata pada tanggal 27 September 2009, Jaladara ini mampu membawa penumpang merasakan suasana Kota Solo tempo dulu dengan kecepatan maksimal 50 km/jam. Awalnya, Sepur Kluthuk Jaladara menggunakan Lokomotif Uap C1218 buatan Jerman pada 1896, namun pada 6 Februari 2020, lokomotif itu diganti menggunakan Lokomotif Uap D1410 buatan Jerman pada 1921.
Adapun rute perjalanan menggunakan Sepur Kluthuk Jaladara adalah Museum Batik Danar Hadi, Plaza Sriwedari, Loji Gandrung (Rumah Dinas Walikota), Triwindu, Gladak, hingga Stasiun Kota.
Sepur Kluthuk Jaladara Solo hanya melayani sistem carter dengan tarif Rp 3,5 juta untuk sekali trip selama tiga jam. Biaya ini dipergunakan untuk bahan bakar berupa kayu jati serta operasional masinis dan asisten masinis yang menjalankan kereta tersebut. Dengan kapasitas hingga 80 orang rasanya cukup adil untuk merasakan sensasi Kota Solo tempo dulu bersama Sepur Kluthuk Jaladara ini. (Syurie Ariandani Hamurwati)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....