Brad Pitt Ungkap Kisah di Balik Heart of the Beast
- 29 Sep 2026 09:53 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Brad Pitt mengungkapkan sisi emosionalnya ketika pertama kali membaca naskah Heart of the Beast. Dalam wawancara dengan Entertainment Weekly, aktor tersebut mengatakan cerita yang ditulis Cameron Alexander begitu menyentuh hingga membuatnya meneteskan air mata secara diam-diam. Film arahan David Ayer itu menampilkan Pitt sebagai James Belmont, seorang veteran militer yang melakukan perjalanan ke alam liar Alaska bersama anjingnya, Odin.
Dalam film tersebut, perjalanan yang seharusnya menjadi kesempatan untuk menikmati masa pensiun berubah menjadi perjuangan hidup dan mati. James dan Odin harus menghadapi berbagai situasi berbahaya setelah sebuah keadaan darurat medis dan kecelakaan pesawat membuat mereka terjebak di kawasan terpencil. Selain ancaman alam, karakter James juga masih berhadapan dengan trauma masa lalu akibat pengalaman militernya.
Pitt mengatakan hubungan antara manusia dan anjing menjadi salah satu alasan yang membuat cerita tersebut begitu dekat dengannya. Ia mengaku telah memiliki anjing hampir sepanjang hidupnya dan memahami hubungan khusus yang dapat terbentuk antara manusia dan hewan peliharaannya. Karena itu, membangun kepercayaan dengan Uber, anjing German Shepherd yang memerankan Odin, menjadi bagian penting dalam persiapannya. Menurut Pitt, proses tersebut berlangsung secara alami meskipun waktu persiapan mereka relatif singkat.
Uber ternyata bukan sekadar anjing yang baru belajar tampil di depan kamera. Sebelum menjalani karier sebagai aktor, ia pernah bekerja sebagai anjing pencari dan penyelamat. Setelah pensiun dari pekerjaan tersebut, Uber kemudian kembali dilatih untuk tampil dalam film. Pitt dan Ayer melihat pengalaman itu sebagai keuntungan karena karakter Odin memang membutuhkan sosok anjing yang memiliki kemampuan dan ketenangan tertentu dalam menghadapi situasi ekstrem.
Pengambilan gambar Heart of the Beast juga menjadi tantangan besar bagi seluruh tim. Ayer bahkan menggambarkannya sebagai proyek tersulit yang pernah ia kerjakan. Produksi berlangsung di lingkungan alam yang jauh dari kenyamanan, sementara Pitt harus menjalani adegan yang menuntut secara fisik dan emosional. Hujan, lumpur, medan berbukit, serta kondisi alam menjadi bagian dari tantangan yang harus mereka hadapi selama proses syuting.
Bagi Ayer, penampilan Pitt menjadi elemen penting yang menjaga keseluruhan film tetap terarah. Keduanya sebelumnya bekerja sama dalam Fury pada 2014, sehingga Heart of the Beast menjadi reuni bagi aktor dan sutradara tersebut. Namun, kali ini Pitt harus membawa sebagian besar cerita bersama seekor anjing, dengan hanya sedikit karakter manusia lain yang muncul dalam perjalanan tersebut. Kondisi itu membuat hubungan antara James dan Odin menjadi pusat emosional film.
Pada akhirnya, Heart of the Beast bukan hanya menawarkan kisah bertahan hidup di tengah alam liar, tetapi juga mengeksplorasi ikatan antara seorang manusia dan anjing yang sama-sama membawa luka dari masa lalu. Pengakuan Pitt tentang reaksinya terhadap naskah menunjukkan bahwa keterlibatannya dalam film tersebut memiliki dimensi emosional tersendiri. Sementara itu, pengalaman bekerja bersama Uber memberikan warna berbeda dalam proses produksi, terutama karena hubungan kedua karakter menjadi salah satu fondasi utama cerita. (Nana Ernawati)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....