Kuasa Gelap Perjanjian Darah : Teror dan Eksorsisme
- 14 Sep 2026 15:55 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Film Kuasa Gelap: Perjanjian Darah menjadi salah satu film horor Indonesia yang menarik perhatian karena menghadirkan kelanjutan dari film Kuasa Gelap yang dirilis pada 2024. Film ini kembali mempertemukan Jerome Kurnia sebagai Romo Thomas dan Lukman Sardi sebagai Romo Rendra, dua karakter utama yang sebelumnya menghadapi kasus kerasukan dan eksorsisme. Kali ini, cerita membawa keduanya ke dalam persoalan yang lebih besar karena berkaitan dengan pesugihan dan perjanjian dengan kekuatan gelap. Berdasarkan informasi resmi dari Paragon Pictures, film ini merupakan sekuel dengan skala cerita dan produksi yang lebih besar dibandingkan film pertamanya. Kuasa Gelap: Perjanjian Darah disutradarai oleh Rizal Mantovani dan diproduksi oleh Paragon Pictures bersama Ideosource Entertainment.
Hal yang cukup menarik dari film ini adalah pertemuan antara tema pesugihan dengan eksorsisme Katolik. Pesugihan dalam cerita digambarkan sebagai sebuah bentuk perjanjian gelap ketika manusia mempertaruhkan sesuatu demi mendapatkan kehidupan atau keuntungan yang diinginkan. Konsep tersebut kemudian dipertemukan dengan perjalanan Romo Thomas dan Romo Rendra yang berusaha menghadapi kekuatan jahat melalui iman dan ritual eksorsisme. Pihak Paragon Pictures menyebut bahwa film ini ingin mengangkat pesugihan dari sudut pandang iman Katolik dan menjadikannya bagian penting dari konflik cerita. Dengan konsep tersebut, film ini tidak hanya menawarkan ketakutan melalui sosok makhluk supranatural, tetapi juga membawa pertanyaan tentang akibat dari pilihan manusia ketika berhadapan dengan sesuatu yang dianggap terlarang.
Kisah dalam Perjanjian Darah juga memperluas dunia yang sebelumnya dibangun dalam film Kuasa Gelap. Jika film pertama lebih banyak berfokus pada kasus eksorsisme, sekuelnya mencoba menghadirkan konflik yang berhubungan dengan sebuah komunitas dan rahasia yang telah berlangsung cukup lama. Paragon Pictures menyebut bahwa tema film ini berkaitan dengan keselamatan sebuah desa sehingga ancaman yang dihadapi para karakter tidak hanya menyangkut satu orang saja. Situasi tersebut membuat Romo Thomas dan Romo Rendra harus menghadapi persoalan yang lebih besar sekaligus menghadapi ujian terhadap keyakinan mereka sendiri. Dari sinilah cerita film berpotensi terasa lebih menegangkan karena teror tidak hanya datang dalam bentuk penampakan atau kerasukan, tetapi juga melalui konsekuensi dari sebuah perjanjian yang sulit diputus.
Selain cerita yang lebih besar, produksi film ini juga dibuat dengan skala yang lebih luas. Menurut informasi resmi Paragon Pictures, proses syuting Kuasa Gelap: Perjanjian Darah telah selesai pada April 2026 dan melibatkan berbagai lokasi, termasuk kawasan pesisir. Salah satu adegan besar dalam film tersebut bahkan melibatkan lebih dari 200 figuran dalam sebuah latar gereja. Pemilihan lokasi dan penggunaan banyak figuran menunjukkan bahwa film ini ingin memberikan suasana yang lebih megah dibandingkan film pertamanya. Dengan dukungan sinematografer Yadi Sugandi dan arahan Rizal Mantovani, aspek visual menjadi salah satu bagian yang diharapkan mampu membuat suasana horornya terasa lebih kuat.
Dari sisi pemain, film ini tidak hanya mengandalkan dua pemeran utama dari film sebelumnya. Jerome Kurnia dan Lukman Sardi kembali memerankan Romo Thomas dan Romo Rendra, sementara sejumlah pemain baru ikut bergabung, seperti Venly Arauna sebagai Daniel, Keysha Angelica sebagai Nia, Sisca Saras sebagai Suster Aloysia Muda, serta Lydia Kandou sebagai Suster Aloysia. Ada pula Kiki Narendra, Ferry Salim, Feby Febiola, dan Faiz Vishal yang turut mengisi jajaran pemeran. Kehadiran karakter-karakter baru tersebut membuat cerita memiliki lebih banyak hubungan dan konflik yang dapat dikembangkan. Apalagi, kembalinya Thomas dan Rendra memberikan kesinambungan sehingga penonton yang sudah mengikuti film pertamanya masih memiliki hubungan emosional dengan cerita yang baru.
Secara keseluruhan, Kuasa Gelap: Perjanjian Darah tampaknya tidak ingin sekadar menjadi film horor lanjutan yang mengulang formula sebelumnya. Film ini mencoba memperbesar dunianya dengan memasukkan tema pesugihan, konflik iman, perjanjian darah, serta ancaman yang melibatkan lebih banyak karakter dan lingkungan. Skala produksinya yang lebih besar juga memperlihatkan ambisi untuk memberikan pengalaman horor yang lebih sinematik kepada penonton. Dengan Rizal Mantovani sebagai sutradara dan kembalinya Jerome Kurnia serta Lukman Sardi, film ini memiliki sejumlah elemen yang cukup menarik untuk dinantikan oleh penggemar horor Indonesia. Kuasa Gelap: Perjanjian Darah pada akhirnya menawarkan satu pertanyaan utama yang menjadi daya tarik ceritanya: ketika seseorang sudah membuat perjanjian dengan kegelapan, apakah masih ada jalan untuk membatalkannya? Saksikan pada 08 Oktober 2026 di bioskop kesayangan kamu (Rosita – LPU)
Sumber Referensi :
- https://paragonpictures.id/project/kuasa-gelap-perjanjian-darah/
- https://paragonpictures.id/update/kuasa-gelap-perjanjian-darah-siap-syuting-pertama-kali-di-layar-lebar-pesugihan-bertemu-eksorsisme-katolik-dalam-pertarungan-iman-terbesar
- https://paragonpictures.id/update/trailer-kuasa-gelap-perjanjian-darah-ungkap-rephaimiblis-kuno-yang-dihadapi-lukman-sardi-dan-jerome-kurnia
- https://lsf.go.id/
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....