Dolly Parton Dimakamkan Secara Privat di Nashville

  • 31 Agt 2026 21:07 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID - Surakarta - Dolly Parton, sosok yang selama puluhan tahun dikenal sebagai salah satu ikon terbesar musik country, telah dimakamkan dalam sebuah upacara tertutup di Nashville, Tennessee. Pemakaman tersebut digelar pada 28 Agustus 2026, tiga hari setelah sang legenda meninggal dunia pada usia 80 tahun.

Menurut laporan Entertainment Weekly, situs hiburan terkemuka di Amerika, prosesi pemakaman berlangsung secara sederhana dan hanya dihadiri keluarga serta sahabat dekat. Upacara tersebut digelar di Woodlawn Memorial Park and Mausoleum, Nashville, sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada perempuan yang selama hidupnya mendapat julukan Queen of Country.”

Dolly Parton meninggal pada 25 Agustus 2026 setelah menjalani perjuangan singkat melawan kanker. Perwakilannya menyampaikan bahwa Parton meninggal dengan tenang di Nashville, dikelilingi orang-orang terkasih.

Kepergiannya menandai berakhirnya perjalanan panjang seorang seniman yang kariernya membentang sekitar tujuh dekade. Dari panggung musik country hingga film, televisi, bisnis, dan kegiatan kemanusiaan, Parton berhasil membangun pengaruh yang jauh melampaui industri musik.

Sepanjang kariernya, ia dikenal lewat lagu-lagu seperti Jolene dan “I Will Always Love You”, sekaligus melalui karya-karya yang memperlihatkan kemampuannya sebagai penulis lagu dan entertainer. Versi “I Will Always Love You” yang kemudian dipopulerkan Whitney Houston bahkan membuat lagu tersebut dikenal oleh generasi yang lebih luas.

Keputusan keluarga untuk menggelar pemakaman secara privat sejalan dengan keinginan Parton mengenai prosesi terakhirnya. Dalam wawancara yang pernah dikutip kembali oleh Entertainment Weekly, Parton sebelumnya telah berbicara mengenai lagu yang ingin dinyanyikan ketika dirinya dimakamkan.

Lagu tersebut adalah “If We Never Meet Again”, sebuah lagu country-gospel yang memiliki makna khusus bagi keluarganya. Lagu itu juga merupakan lagu favorit ayah Parton dan pernah dimainkan dalam pemakaman sang ayah.

Parton juga pernah mengungkapkan keinginan yang cukup unik mengenai pemakamannya: ia ingin dimakamkan dengan kenyamanan yang sesuai keinginannya, termasuk berada di atas hamparan kapas yang lembut.

Pemakaman privat tersebut menunjukkan bagaimana keluarga Parton berusaha menjaga momen terakhir sang penyanyi tetap menjadi urusan pribadi. Meskipun Parton merupakan figur global dengan jutaan penggemar, prosesi perpisahannya tidak dibuat menjadi acara besar untuk publik.

Keponakannya, Bryan Seaver, sebelumnya menjadi orang yang menyampaikan kabar meninggalnya Parton kepada publik. Seaver mengungkapkan bahwa Parton telah memintanya bertahun-tahun sebelumnya untuk menjadi orang yang mengumumkan kepergiannya suatu hari nanti.

Keluarga juga meminta agar mereka yang ingin memberikan penghormatan tidak mengirimkan bunga, melainkan mempertimbangkan donasi kepada Dolly Parton’s Imagination Library, program literasi yang menjadi salah satu warisan kemanusiaan terbesarnya.

Dolly Parton tidak hanya meninggalkan katalog musik yang panjang. Ia juga meninggalkan warisan sosial melalui berbagai kegiatan filantropinya.

Salah satu yang paling dikenal adalah Imagination Library, program yang menyediakan buku gratis bagi anak-anak. Menurut Entertainment Weekly, program tersebut berkembang hingga mendistribusikan sekitar tiga juta buku setiap bulan kepada anak-anak usia di bawah lima tahun.

Parton juga dikenal aktif membantu masyarakat setelah bencana. Setelah kebakaran besar melanda Tennessee pada 2016, ia membentuk My People Fund yang berhasil mengumpulkan jutaan dolar untuk membantu keluarga yang kehilangan tempat tinggal. Pada 2024, ia juga memberikan bantuan sebesar 2 juta dolar untuk korban Badai Helene.

Pemakaman yang berlangsung secara tertutup mungkin menjadi kontras dengan kehidupan Dolly Parton yang selama puluhan tahun berada di bawah sorotan publik. Namun, justru kesederhanaan itu memperlihatkan sisi lain dari sang legenda: di balik gemerlap kostum, panggung, dan ketenaran dunia, ia tetap memiliki keluarga dan orang-orang terdekat yang ingin mengenangnya secara pribadi.

Dolly Parton telah pergi, tetapi musik dan nilai-nilai yang ia perjuangkan kemungkinan akan bertahan jauh lebih lama. Lagu-lagunya akan terus dinyanyikan, karya-karyanya akan terus dikenang, dan program kemanusiaan yang ia bangun akan terus memberikan manfaat bagi generasi berikutnya. (Nana Ernawati)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....