Parfum Lebih Baik Disemprot ke Kulit atau Pakaian? Jangan Salah Pilih!

  • 29 Agt 2026 12:15 WIB
  •  Surakarta
Poin Utama
  • Parfum yang disemprotkan langsung ke kulit menghasilkan karakter aroma lebih optimal karena berinteraksi dengan suhu dan minyak alami tubuh.
  • Mugler merekomendasikan aplikasi parfum pada titik-titik nadi seperti pergelangan tangan dan leher untuk hasil maksimal.
  • Parfum dapat disemprotkan pada pakaian untuk membuat aroma bertahan lebih lama, dengan mempertimbangkan jenis bahan kain yang digunakan.

RRI.CO.ID, Surakarta - Menggunakan parfum sudah menjadi bagian dari rutinitas banyak orang sebelum beraktivitas. Namun, masih muncul pertanyaan tentang cara terbaik menggunakannya, yakni apakah parfum sebaiknya disemprotkan langsung ke kulit atau justru ke pakaian? Jawabannya ternyata bergantung pada tujuan penggunaan, jenis kulit, serta jenis bahan pakaian yang dikenakan.

Mengutip Mugler, rumah mode dan parfum asal Prancis, parfum yang diaplikasikan langsung pada kulit dapat menghasilkan karakter aroma yang lebih optimal karena berinteraksi dengan suhu dan minyak alami tubuh. Mugler menyarankan penggunaan pada titik-titik nadi seperti pergelangan tangan dan leher. Sementara itu, parfum juga dapat disemprotkan pada pakaian untuk membantu aroma bertahan lebih lama, dengan tetap memperhatikan jenis bahan kain yang digunakan.

Ketika parfum mengenai kulit, aroma dapat berkembang secara bertahap mengikuti karakter tubuh masing-masing orang. Suhu tubuh membantu melepaskan molekul aroma sehingga wangi parfum bisa berubah dari aroma awal hingga aroma yang lebih dalam setelah beberapa waktu. Inilah salah satu alasan mengapa parfum yang sama terkadang dapat tercium sedikit berbeda pada setiap orang.

Namun, menyemprotkan parfum langsung ke kulit juga perlu dilakukan dengan hati-hati, terutama bagi pemilik kulit sensitif. American Academy of Dermatology di Amerika Serikat menjelaskan bahwa bahan pewangi dapat menjadi pemicu reaksi pada sebagian orang. Jika muncul kemerahan, gatal, atau iritasi setelah menggunakan produk beraroma, pemakaian sebaiknya dihentikan dan penyebab reaksinya perlu diperhatikan.

Di sisi lain, pakaian dapat menyimpan aroma parfum lebih lama karena serat kain mampu menahan molekul pewangi. Cara ini bisa menjadi pilihan bagi mereka yang ingin wanginya tetap terasa sepanjang hari tanpa harus terlalu banyak menyemprotkan parfum ke kulit. Namun, beberapa jenis parfum berpotensi meninggalkan noda, terutama pada pakaian berwarna terang atau berbahan halus.

Bagi yang ingin mendapatkan manfaat dari keduanya, penggunaan parfum bisa dilakukan secara bijak. Sedikit parfum dapat diaplikasikan pada kulit di area yang aman, kemudian dapat ditambahkan secara ringan pada pakaian jika diperlukan. Hindari menyemprotkan parfum secara berlebihan karena aroma yang terlalu kuat justru dapat mengganggu orang di sekitar.

Jadi, parfum pada kulit maupun pakaian sama-sama memiliki kelebihan. Jika ingin menikmati perkembangan aroma parfum secara maksimal, kulit menjadi pilihan yang lebih tepat. Namun, jika mengutamakan aroma yang lebih tahan lama dan ingin mengurangi kontak langsung dengan kulit, pakaian dapat menjadi alternatif dengan tetap memperhatikan risiko noda dan jenis kain. Pada akhirnya, cara terbaik adalah menggunakan parfum secukupnya dan menyesuaikannya dengan kebutuhan serta kenyamanan masing-masing.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....