Komunitas Sukmakarta Dorong Regenerasi Musisi Muda lewat Karya Orisinal

  • 28 Jul 2026 02:28 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Komunitas Sukmakarta terus berupaya memperkuat ekosistem musik di Kota Solo dengan mendorong lahirnya generasi musisi muda yang mampu menciptakan karya orisinal. Komitmen tersebut disampaikan dalam program Obrolan Komunitas RRI Pro 1 Surakarta yang menghadirkan Bjeou, Rio, dan Jonathan sebagai narasumber.

Salah satu pendiri Sukmakarta, Bejou mengatakan komunitas tersebut lahir dari kegelisahan para musisi muda Solo yang melihat perlunya ruang bersama untuk mengembangkan ekosistem musik lokal. Berawal dari diskusi santai, mereka kemudian sepakat membentuk wadah yang tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga ruang untuk berkarya.

"Kami sering bertemu dan berdiskusi apa yang bisa kami lakukan untuk musik di Solo. Akhirnya kami sepakat membuat sebuah komunitas agar bisa berkegiatan dan mengekspresikan apa yang kami inginkan untuk ekosistem musik di Solo Raya," ujarnya.

Menurut Bjeou, perhatian utama Sukmakarta adalah mempersiapkan regenerasi musisi sejak usia sekolah. Selama ini, banyak band pelajar hanya membawakan ulang lagu milik musisi lain, sehingga komunitas ingin mendorong mereka menghasilkan karya sendiri.

"Kami ingin menyiapkan generasi berikutnya. Anak-anak SMP dan SMA kami latih supaya bisa menciptakan lagu sendiri, karena kebanyakan band sekolah hanya memainkan lagu cover," katanya.

Rio menambahkan, nama Sukmakarta memiliki makna "jiwa yang berkarya". Filosofi tersebut menjadi semangat komunitas untuk menciptakan ruang yang aman bagi generasi muda agar berani mengekspresikan ide dan pengalaman mereka melalui musik.

"Kami ingin memberi ruang yang aman untuk berkarya. Teman-teman bisa menghasilkan sesuatu yang benar-benar lahir dari diri mereka sendiri, khususnya lagu-lagu orisinal," ujar Rio.

Ia juga menilai keberadaan lagu ciptaan anak-anak masih tergolong minim, padahal kreativitas mereka perlu diberikan ruang untuk berkembang. Karena itu, Sukmakarta membuka kesempatan bagi anak-anak dan remaja untuk belajar menulis lagu sejak dini.

Sementara itu, Jonathan mengatakan musik dipilih sebagai media utama karena memiliki bahasa yang universal. Menurutnya, musik dapat menjadi sarana menyampaikan pesan-pesan positif sekaligus melahirkan wajah-wajah baru dalam industri musik Solo.

"Music is a language. Musik adalah bahasa yang universal sehingga bisa digunakan untuk menyampaikan sesuatu yang positif. Kami rindu melihat lahirnya wajah-wajah baru yang membawa karya orisinal dari pengalaman mereka sendiri," katanya.

Selain memberikan pelatihan penulisan lagu, Sukmakarta juga mendampingi band-band independen dalam proses produksi karya. Pendampingan dilakukan mulai dari penyusunan materi lagu, proses rekaman, hingga memberikan arahan agar karya siap dipublikasikan di berbagai platform digital.

Ke depan, Sukmakarta berharap semakin banyak anak muda yang percaya diri menampilkan karya ciptaannya sendiri. Komunitas tersebut juga ingin terus menjadi ruang kolaborasi bagi musisi muda untuk memperkuat regenerasi sekaligus memajukan ekosistem musik independen di Kota Solo.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....