Pesona Photo Box Masa Kini

  • 29 Jul 2026 19:51 WIB
  •  Surakarta
Poin Utama
  • Photo box dengan konsep studio mini bergaya Korea semakin ramai digunakan oleh anak muda, pasangan, dan keluarga di berbagai kota untuk mengabadikan momen dengan cara estetik.
  • Mesin photo booth modern pertama dikembangkan oleh Anatol Josepho melalui Photomaton di New York tahun 1925, mampu menghasilkan foto dalam hitungan menit.
  • Popularitas photo box kembali meningkat karena masyarakat mencari pengalaman fotografi yang lebih personal, autentik, dan bernuansa nostalgia dibanding hanya menyimpan foto di galeri ponsel.

RRI.CO.ID, Surakarta - Fenomena photo box belakangan ini makin ramai di berbagai kota. Gerai-gerai dengan konsep studio mini ala Korea dipadati anak muda, pasangan, hingga keluarga yang ingin mengabadikan momen dengan cara yang sederhana tetapi tetap estetik. Hasil fotonya yang langsung bisa dicetak membuat pengalaman ini terasa lebih berkesan dibanding sekadar menyimpan foto di galeri ponsel.

Di balik tren tersebut, ternyata photo booth memiliki sejarah yang panjang. Mesin photo booth modern pertama diperkenalkan oleh Anatol Josepho di New York pada 1925 melalui Photomaton, sebuah bilik foto otomatis yang langsung menjadi sensasi karena mampu menghasilkan foto hanya dalam hitungan menit. Menurut Forbes mencatat bahwa popularitas photo booth kini kembali meningkat karena masyarakat mulai mencari pengalaman fotografi yang lebih personal, autentik, dan bernuansa nostalgia.

Menariknya, di era ketika kamera smartphone semakin canggih, photo box justru mampu menawarkan sesuatu yang berbeda. Pengunjung tidak hanya datang untuk berfoto, tetapi juga menikmati proses memilih bingkai, berpose bersama teman, hingga menunggu hasil cetakan keluar. Momen sederhana itu menjadi bagian dari pengalaman yang sulit digantikan oleh kamera ponsel.

Media sosial juga punya peran besar dalam membuat tren ini semakin viral. Banyak pengguna TikTok dan Instagram membagikan hasil photo strip mereka, lengkap dengan konsep pakaian yang senada, properti lucu, hingga tema tertentu. Tidak sedikit yang menjadikan sesi photo box sebagai agenda wajib setelah menonton konser, merayakan ulang tahun, atau sekadar menghabiskan waktu bersama sahabat.

Di Indonesia sendiri, tren photo box bergaya Korea mulai berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Gerainya mudah ditemukan di pusat perbelanjaan maupun kawasan nongkrong anak muda. Beragam pilihan latar belakang, filter, hingga aksesori membuat setiap sesi foto terasa unik dan memberi kebebasan bagi pengunjung untuk mengekspresikan diri.

Selain menjadi hiburan, photo box juga perlahan berubah menjadi bagian dari budaya populer. Banyak orang mengoleksi photo strip sebagai kenang-kenangan yang bisa ditempel di meja kerja, disimpan di dompet, atau dijadikan hiasan kamar. Bentuk fisiknya yang sederhana justru menghadirkan nilai sentimental yang sering kali tidak didapat dari foto digital.

Melihat antusiasme masyarakat yang terus meningkat, tren photo box tampaknya masih akan bertahan dalam waktu yang lama. Di tengah kehidupan serba digital, kehadiran selembar foto cetak dengan ekspresi spontan ternyata tetap punya daya tarik tersendiri. Bukan hanya soal hasil fotonya, tetapi juga tentang cerita dan momen yang tercipta di balik setiap jepretan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....