ARTJOG 2026 "Ars Longa Generatio" Jembatani Seni, Gagasan, Lintas Generasi
- 22 Jul 2026 11:07 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID,Surakarta - Festival seni rupa kontemporer terbesar di Indonesia, ARTJOG 2026, kembali menyapa para pecinta seni, akademisi, dan wisatawan di Jogja National Museum (JNM). Dikenal sebagai agenda tahunan paling dinanti dalam kalender kebudayaan Nusantara, ARTJOG tahun ini mengusung tema kuratorial "Ars Longa: Generatio" yang berlangsung dari 19 Juni hingga 30 Agustus 2026.
Di bawah naungan trilogi tema baru Ars Longa, perhelatan ini tidak hanya menjadi panggung visual yang memukau, tetapi juga ruang dialog terbuka yang menghubungkan gagasan para seniman lintas generasi.Diambil dari frasa Latin Ars longa, vita brevis (seni itu abadi, hidup itu singkat), ARTJOG 2026 menjajaki bagaimana praktik seni kontemporer diwariskan, dirawat, dan diriset ulang oleh generasi baru.
Dikuratori oleh kurator ternama Farah Wardani, edisi tahun ini menyoroti bagaimana karya seni melampaui sekat zaman. Puluhan seniman mulai dari maestros senior, seniman berpengalaman, hingga praktisi muda menampilkan karya perupa dalam bentuk instalasi interaktif, patung, seni lukis, media campuran (mixed media), hingga seni pertunjukan (performance art).
Tidak hanya pameran visual statis, ARTJOG 2026 menghadirkan rangkaian program edukatif dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.Ruang pameran utama di bangunan bersejarah JNM yang diubah menjadi galeri multi-sensori dengan penataan cahaya dan arsitektur pameran yang estetik.
Program khusus yang menampilkan karya anak-anak sekaligus memfasilitasi workshop interaktif untuk mengasah kreativitas anak sejak dini.Exhibition Tour & Curatorial Talk: Tur terpandu bersama tim kurator serta diskusi mendalam mengenai wacana di balik karya-karya yang dipamerkan.
Performing ARTJOG Panggung seni pertunjukan harian yang menampilkan teater, musik eksperimental, tari kontemporer, dan aksi kolaboratif.Mercantile & Culinary Zone adalah Area pasar kreatif (merchandise) eksklusif karya seniman serta beragam pilihan kuliner khas Yogyakarta untuk melengkapi pengalaman berkunjung.
Sebagai panggung seni kontemporer terdepan, ARTJOG juga menjadi cermin dinamika sosial dan politik. Di tengah atmosfer perayaan seni tahun ini, muncul beragam wacana publik serta aksi kritis dari komunitas seniman independen terkait prinsip transparansi, keterbukaan, dan independensi pendanaan seni. Dinamika ini kian mengukuhkan posisi Yogyakarta sebagai ruang tumbuh seni yang kritis, hidup, dan partisipatif.(Aditya Wardhana)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....