Asal Usul Kartu Kuning dan Kartu Merah dalam Sepak Bola
- 25 Jun 2026 16:58 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Kartu kuning dan kartu merah kini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari sepak bola modern. Setiap pelanggaran serius, tindakan tidak sportif, hingga protes berlebihan kepada wasit dapat berujung pada kartu yang menjadi simbol disiplin di lapangan. Namun, tidak banyak yang mengetahui bahwa sistem kartu ini baru diperkenalkan pada akhir tahun 1960-an setelah berbagai kontroversi dalam pertandingan internasional.
Menurut ESPN, ide kartu kuning dan kartu merah pertama kali dicetuskan oleh wasit asal Inggris, Ken Aston. Gagasan tersebut muncul setelah terjadi berbagai kesalahpahaman antara wasit dan pemain dalam turnamen internasional, terutama karena kendala bahasa. Aston kemudian terinspirasi dari lampu lalu lintas yang di mana kuning berarti peringatan dan merah berarti berhenti atau keluar.
Sebelum sistem kartu diperkenalkan, wasit hanya memberikan peringatan secara lisan atau langsung mengusir pemain dari lapangan. Cara ini sering menimbulkan kebingungan, terutama dalam pertandingan antarnegara. Salah satu peristiwa yang sering disebut sebagai pemicu lahirnya sistem kartu adalah kontroversi pada Piala Dunia 1966, ketika beberapa pemain tidak memahami keputusan wasit karena perbedaan bahasa.
FIFA kemudian mengadopsi sistem kartu kuning dan merah untuk pertama kalinya pada Piala Dunia 1970 di Meksiko. Turnamen tersebut menjadi tonggak penting dalam sejarah sepak bola karena penggunaan simbol visual yang mudah dipahami oleh pemain, pelatih, penonton, maupun media. Menariknya, meskipun sistem kartu sudah diterapkan, tidak ada pemain yang menerima kartu merah sepanjang turnamen tersebut.
Catatan Guinness World Records menyebutkan bahwa pemain Uni Soviet, Kakhi Asatiani, menjadi pesepak bola pertama yang menerima kartu kuning dalam sejarah Piala Dunia saat menghadapi Meksiko pada 31 Mei 1970. Peristiwa itu menandai dimulainya era baru penegakan disiplin di sepak bola internasional.
Sementara itu, kartu merah pertama dalam sejarah Piala Dunia baru benar-benar ditunjukkan pada edisi 1974 di Jerman Barat. Pemain Chile, Carlos Caszely, menjadi pemain pertama yang dikeluarkan dari lapangan melalui kartu merah dalam ajang sepak bola terbesar di dunia tersebut. Sejak saat itu, kartu merah menjadi simbol hukuman tertinggi bagi pemain yang melakukan pelanggaran berat atau tindakan tidak sportif.
Lebih dari lima dekade setelah diperkenalkan, kartu kuning dan kartu merah tetap menjadi instrumen utama wasit dalam menjaga ketertiban pertandingan. Meski teknologi seperti VAR terus berkembang dan membantu pengambilan keputusan, konsep sederhana yang lahir dari inspirasi lampu lalu lintas tersebut masih menjadi fondasi disiplin sepak bola modern di seluruh dunia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....