Syarat Stadion Bisa Menjadi Tuan Rumah Piala Dunia

  • 22 Jun 2026 22:09 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Menjadi stadion penyelenggara Piala Dunia bukanlah perkara mudah. Selain memiliki kapasitas besar, sebuah stadion harus memenuhi berbagai persyaratan teknis, keamanan, aksesibilitas, hingga standar keberlanjutan yang ditetapkan oleh FIFA. Karena itu, tidak semua stadion di negara tuan rumah otomatis dapat digunakan untuk menggelar pertandingan ajang sepak bola terbesar di dunia tersebut.

Menurut pedoman resmi FIFA dalam Stadium Guidelines, stadion yang ingin digunakan untuk turnamen besar harus memenuhi standar terkait keselamatan penonton, kualitas lapangan, area media, fasilitas pemain, teknologi pendukung, akses bagi penyandang disabilitas, serta sistem keamanan dan evakuasi yang memadai. FIFA juga menekankan pentingnya keberlanjutan dan pengelolaan stadion yang efisien dalam jangka panjang.

Salah satu syarat utama adalah kapasitas stadion. FIFA membagi stadion ke dalam beberapa kategori berdasarkan jumlah penonton yang dapat ditampung. Untuk pertandingan-pertandingan terbesar seperti semifinal dan final Piala Dunia, stadion harus memiliki kapasitas puluhan ribu penonton dengan sistem tempat duduk yang aman dan memenuhi standar internasional. Selain jumlah kursi, kapasitas aman juga dihitung berdasarkan kemampuan akses masuk, keluar, serta prosedur evakuasi darurat.

Lapangan pertandingan juga menjadi perhatian utama. Stadion harus memiliki ukuran lapangan sesuai standar internasional FIFA, area pengaman di sekeliling lapangan, kualitas rumput yang memenuhi spesifikasi, serta pencahayaan yang memadai untuk kebutuhan siaran televisi global. Beberapa stadion bahkan harus menjalani renovasi besar agar memenuhi standar dimensi dan kualitas lapangan yang dipersyaratkan FIFA.

Selain kebutuhan pertandingan, FIFA juga menilai kesiapan fasilitas pendukung. Stadion harus menyediakan ruang ganti pemain dan wasit yang memadai, area kerja media internasional, ruang konferensi pers, fasilitas siaran televisi, area VIP dan hospitality, hingga infrastruktur teknologi informasi yang mendukung operasional pertandingan modern.

Dalam beberapa tahun terakhir, aspek keberlanjutan lingkungan semakin menjadi perhatian. Untuk Piala Dunia 2026, FIFA mendorong stadion-stadion tuan rumah memenuhi sertifikasi lingkungan tertentu yang mencakup efisiensi energi, pengelolaan air, pengurangan limbah, dan akses transportasi yang ramah lingkungan. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya mengurangi dampak lingkungan dari penyelenggaraan turnamen besar.

Pada akhirnya, pemilihan stadion Piala Dunia tidak hanya didasarkan pada ukuran atau kemegahan bangunan. FIFA mempertimbangkan berbagai aspek mulai dari keselamatan, kenyamanan, teknologi, aksesibilitas, hingga keberlanjutan. Karena itu, stadion yang terpilih sebagai venue Piala Dunia biasanya telah melalui proses evaluasi yang panjang dan sering kali memerlukan peningkatan fasilitas sebelum mendapat persetujuan sebagai tuan rumah pertandingan internasional bergengsi tersebut.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....