Emmanuella Raih Gelar Putri Remaja Jawa Tengah 2026
- 03 Jun 2026 22:47 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Mahkota pemenang Puteri Remaja Jawa Tengah 2026 berhasil disandang oleh Emmanuella Kaylindie Elijah Christy. Remaja putri berusia 16 tahun ini sukses menyisihkan 12 peserta dari berbagai kota di Jawa Tengah dalam ajang yang diselenggarakan oleh Puteri Remaja Indonesia tersebut.
Kepada RRI, Emmanuella mengaku sangat bersyukur atas kepercayaan untuk mengemban gelar Winner Puteri Remaja Jawa Tengah 2026. Menurutnya, pencapaian ini bukan sekadar kebanggaan pribadi, melainkan sebuah amanah besar untuk menjadi representasi generasi muda Jawa Tengah yang berkarakter, berprestasi, dan peduli terhadap lingkungan sosial.
Ia berharap capaiannya ini dapat membawa dampak positif sekaligus menginspirasi generasi muda lainnya untuk berani mengembangkan potensi diri.
Lebih lanjut, Emmanuella menceritakan bahwa perjalanannya di ajang Puteri Remaja Jawa Tengah dimulai sejak babak preliminary pada April 2026 lalu. Berbagai tahapan pun telah ia lalui, mulai dari fashion show, catwalk, hingga presentasi program advokasi.
Selanjutnya, ia akan bersiap menuju tingkat nasional dalam ajang Puteri Remaja Indonesia yang akan diselenggarakan di Jakarta pada Oktober nanti, dengan rangkaian Grand Final pada November mendatang. Adapun pengumuman pemenang tingkat provinsi sendiri baru saja digelar pada 24 Mei 2026.
“Jadi, saya mempresentasikan tentang advokasi yang kebetulan saya miliki bernama Grace of Ella. Program ini sudah saya jalankan sejak tahun 2025 yang berfokus pada nilai-nilai pelestarian budaya, peduli terhadap sesama, dan juga pemberdayaan ekonomi melalui dukungan terhadap UMKM lokal,” ungkap Tika kepada RRI, Rab 3 Juni 2026.
Bagi Emmanuella, ajang beauty pageant bukan sekadar kompetisi kecantikan fisik. Ia melihatnya sebagai wadah pengembangan diri yang efektif untuk mengasah kepemimpinan (leadership), kemampuan berbicara di depan umum (public speaking), serta kapasitas untuk menjadi agen perubahan (agent of change) di tengah masyarakat.
Untuk menghadapi kompetisi tersebut, serangkaian persiapan matang telah ia lakukan. Mulai dari memperdalam wawasan umum, melatih public speaking, memperkuat program advokasi, hingga membangun kepercayaan diri.
"Selama masa seleksi, saya bertemu banyak sekali finalis hebat yang sangat menginspirasi. Saya berusaha untuk memberikan yang terbaik di setiap tahapan dan fokus pada pengembangan diri,” kataya.
Ia juga berpesan, khususnya kepada generasi muda, bahwa usia bukanlah batasan untuk berkarya dan berkontribusi. Menghasilkan dampak positif bagi lingkungan sekitar harus dimulai sejak dini, karena generasi muda bukan hanya penerus masa depan, melainkan pencipta perubahan pada hari ini.
Meski disibukkan dengan ketatnya persaingan di ajang pemilihan remaja putri tersebut, Emmanuella menegaskan bahwa pendidikan tetap menjadi prioritas utamanya. Melalui disiplin waktu dan pengaturan jadwal yang baik, aktivitas kompetisi dan sekolah dapat berjalan beriringan serta saling melengkapi.
Menurutnya, pendidikan formal memberikan fondasi ilmu pengetahuan, sementara kompetisi seperti ini sangat membantu dalam mengasah keterampilan non-teknis (soft skills) seperti komunikasi, kepemimpinan, dan manajemen waktu. Dengan keseimbangan yang baik, keduanya diyakini akan menjadi bekal yang sangat penting untuk menata masa depan. Lidia
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....