Terjemah Lirik Lagu Laut Kidul - Denny Caknan ft Hendra Kumbara
- 17 Mei 2026 12:19 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Lagu berjudul 'Laut Kidul' dibawakan oleh Denny Caknan bersama Hendra Kumbara. Lirik lagu ini diciptakan langsung oleh keduanya, menghadirkan nuansa khas pop Jawa dengan sentuhan campursari modern. Kolaborasi ini memperkuat karakter musik yang sudah melekat pada Denny Caknan.
Video musik 'Laut Kidul' dipublikasikan melalui kanal YouTube DC Musik pada Selasa, 13 Mei 2026. Hingga Minggu, 17 Mei 2026, video tersebut telah ditonton sebanyak 762.951 kali dan berhasil menempati posisi #3 trending musik. Angka ini menunjukkan antusiasme besar dari para penggemar.
Secara arti terjemah, lirik 'Laut Kidul' menceritakan tentang kerinduan mendalam terhadap seseorang yang pernah berjanji setia namun akhirnya pergi. Lagu ini menggambarkan kesepian, kehilangan, dan kenangan yang tersisa. Makna yang tersirat begitu kuat dalam setiap baitnya.
Lirik paling sesuai dengan judul menggambarkan suara ombak laut selatan yang menjadi saksi janji cinta. Simbol laut kidul digunakan sebagai metafora kerinduan dan kesetiaan yang tak terbalas. Hal ini membuat judul lagu terasa menyatu dengan isi lirik.
Informasi lain dari sumber menyebutkan bahwa karya ini merupakan bagian dari perjalanan musikal Denny Caknan. Sebelumnya ia telah merilis karya original yang menjadi fondasi awal kariernya. 'Laut Kidul' hadir sebagai bukti konsistensi dan perkembangan musikalitasnya.
Berikut lirik dan terjemah bahasa indonesia "Laut Kidul - Denny Caknan ft Hendra Kumbara"
Suoro ombak segoro laut kidul
(Suara ombak laut selatan)
Eling sing biyen tak rangkul
(Ingat yang dulu pernah kupeluk)
Ngucapke janji, urip tekane pati
(Mengucapkan janji, hidup sampai mati)
Tapi mesti mbok blenjani
(Tapi pasti kau ingkari)
Mbarengi mudun srengenge aku lungguh dewe
(Bersamaan matahari terbenam aku duduk sendiri)
Mbayangke sliramu seng ning kene
(Membayangkan dirimu yang ada di sini)
Seksine pasir sing kasar
(Saksinya pasir yang kasar)
Mbiyen nantang berlayar
(Dulu menantang berlayar)
Sakniki mboten wonten kabar
(Sekarang tak ada kabar)
Banyune pasang, ngantem banter watu karang
(Air pasang menghantam keras batu karang)
Ngancani aku ngerakit kenangan
(Menemani aku merakit kenangan)
Aku ngakoni, sak wise mbok tinggal wingi
(Aku mengakui, setelah kau tinggalkan kemarin)
Dunyoku rasane sepi
(Duniaku terasa sepi)
Ngelamunku mikir, lungguh neng pinggir pesisir
(Lamunanku berpikir, duduk di tepi pantai)
Seng biyen dadi sandaran terakhir
(Yang dulu jadi sandaran terakhir)
Yen ono wektu, sedelo pengen ketemu
(Jika ada waktu, sebentar ingin bertemu)
Kangen aku
(Aku rindu)
Mbarengi mudun srengenge aku lungguh dewe
(Bersamaan matahari terbenam aku duduk sendiri)
Mbayangke sliramu seng ning kene
(Membayangkan dirimu yang ada di sini)
Seksine pasir sing kasar
(Saksinya pasir yang kasar)
Mbiyen nantang berlayar
(Dulu menantang berlayar)
Sakniki mboten wonten kabar
(Sekarang tak ada kabar)
Banyune pasang, ngantem banter watu karang
(Air pasang menghantam keras batu karang)
Ngancani aku ngerakit kenangan
(Menemani aku merakit kenangan)
| Baca juga: Lirik "Ginarise Gusti" Lagu Gilga Sahid |
Aku ngakoni, sak wise mbok tinggal wingi
(Aku mengakui, setelah kau tinggalkan kemarin)
Dunyoku rasane sepi
(Duniaku terasa sepi)
Ngelamunku mikir, lungguh neng pinggir pesisir
(Lamunanku berpikir, duduk di tepi pantai)
Seng biyen dadi sandaran terakhir
(Yang dulu jadi sandaran terakhir)
Yen ono wektu, sedelo pengen ketemu
(Jika ada waktu, sebentar ingin bertemu)
Kangen aku
(Aku rindu)
Suoro ombak segoro laut kidul
(Suara ombak laut selatan)
Eleng seng biyen tak rangkul
(Ingat yang dulu pernah kupeluk)
(Roy Nur Rohim/Penyiar)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....