Terjemah Lirik Lagu 'Togog Gandrung' - Kajawi Ft Djalesta

  • 16 Mei 2026 07:36 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Lagu berjudul 'Togog Gandrung' dibawakan oleh grup musik Kajawi bersama Djalesta. Lirik lagu ini diciptakan oleh Andry Deblenk dengan aransemen bersama Yusuf Mahardian, serta diproduseri oleh Artblenk Musik.

Video musik 'Togog Gandrung' dipublikasikan pada Jumat, 15 Mei 2026 melalui kanal YouTube Kajawi Official. Hingga Sabtu, 16 Mei 2026, tayangan ini telah ditonton lebih dari 22.190 kali. Meski belum masuk jajaran trending, antusiasme penonton terlihat dari komentar yang ramai.

Secara arti terjemah, lirik lagu ini menceritakan cinta Togog kepada Limbuk Angelasari. Namun perasaan itu tidak berbalas manis karena Limbuk memilih jalan hidup berbeda, menjadi simpanan pejabat dan wanita penghibur.

Lirik 'Togog Gandrung' sesuai dengan judulnya, menggambarkan kegandrungan Togog yang penuh perjuangan. Meski cintanya ditolak, ia tetap berusaha menyampaikan rasa tulusnya.

Kolaborasi Kajawi dengan Djalesta menghadirkan nuansa unik. Selain musik hip hop Jawa, video klipnya diperkuat dengan ilustrasi digital khas Djalesta yang menambah daya tarik visual.

Berikut lirik dan terjemah bahasa indonesia 'Togog Gandrung' - Kajawi Ft Djalesta

Mbuk, Limbuk aku tresno sliramu

(Adek Limbuk, aku cinta dirimu)

Bendino aku mesti ndelok story medsosmu

(Setiap hari aku selalu melihat story media sosialmu)

Rupamu ayu, masio awak rodok lemu

(Wajahmu cantik, meski tubuhmu agak gemuk)

Bayanganmu selalu, mengganggu pikiranku

(Bayangmu selalu mengganggu pikiranku)

Dik Limbuk sayang aku mesti ora lali

(Dik Limbuk sayang, aku pasti tidak lupa)

Yen kowe ngelive bengi, gift mawar tak kirimi

(Kalau kamu live malam, hadiah bunga mawar kukirimkan)

Komenku mbok cueki, opo gift e kurang gedi

(Komentarku kamu abaikan, apa hadiahnya kurang besar)

Mbasan mbah Sengkuni, hadiahe mbok esemi

(Saat dari Mbah Sengkuni, hadiahnya kamu beri senyum)

Nanging aku wegah nyerah

(Tapi aku enggan menyerah)

Trisnoku ora kalah

(Cintaku tidak kalah)

Limbuk sayang, saiki kowe sukses

(Limbuk sayang, sekarang kamu sukses)

Masio dadi simpanan, pejabat sing ora beres

(Meskipun jadi simpanan pejabat yang tidak beres)

Casingmu ganti, rambut ireng mbok semiri

(Penampilanmu berubah, rambut hitammu kamu warnai)

Tas hermes luar negeri, klambi ngpret pamer bodi

(Tas Hermes luar negeri, pakaian ketat pamer tubuh)

Mbuk Limbuk, trisnoku tulus ati

(Mbuk Limbuk, cintaku tulus dari hati)

Dudu cintane mas menteri, itu pasti imitasi

(Bukan cintanya pak menteri, itu pasti palsu)

Mung seharga hape, yen iku diregani

(Hanya seharga ponsel, jika itu dihargai)

Opo modal pil kuat, kanggo ngecis sewengi

(Apa modal obat kuat, untuk bersenang semalam)

Sak durunge maju, sawangen gitokmu

(Sebelum maju, lihatlah lehermu)

Deloken raimu, aku ora nafsu

(Lihat wajahmu, aku tidak nafsu)

Po maneh dompetmu, setipis imanmu

(Apalagi dompetmu, setipis imanmu)

Urip karo kowe, bakal mangan watu

(Hidup denganmu, akan makan batu)

Mulane to mas, kerjo sing ganas

(Makanya mas, kerja yang keras)

Gawean ra jelas, ngono kok sik ngegas

(Pekerjaan tidak jelas, tapi masih marah)

Semua butuh uang, ra mung cukup madhang

(Semua butuh uang, tidak hanya cukup makan)

Yen kepingin tenan, yo cepitno lawang

(Jika benar-benar mau, ya tutup pintu rapat)

Intro

Dik Limbuk, kowe kok ngerti wae

(Dik Limbuk, kamu kok tahu saja)

Koyo dukun online, sing lagi perang ning hape

(Seperti dukun online, yang sedang bertarung di ponsel)

Jane aku ra kere, pancen durung wayahe

(Sebenarnya aku tidak miskin, memang belum waktunya)

Opo dibongkar, aku CEO asline

(Mau dibongkar, aku CEO sebenarnya)

Yo wis lah, aku wis ngerti dapurmu

(Ya sudah, aku sudah tahu dapurmu)

Sing koyo modelanmu, mesti iso dituku

(Yang seperti modelmu, pasti bisa dibeli)

Mengko yen wis tuwek, tambah umur dadi elek

(Nanti kalau sudah tua, tambah umur jadi jelek)

Diguwak ning WC, koyo sing disiram kae

(Dibuang di WC, seperti yang disiram itu)

Sak durunge maju, sawangen gitokmu

(Sebelum maju, lihatlah lehermu)

Deloken raimu, aku ora nafsu

(Lihat wajahmu, aku tidak nafsu)

Po maneh dompetmu, setipis imanmu

(Apalagi dompetmu, setipis imanmu)

Urip karo kowe, bakal mangan watu

(Hidup denganmu, akan makan batu)

Mulane to mas, kerjo sing ganas

(Makanya mas, kerja yang keras)

Gawean ra jelas, ngono kok sik ngegas

(Pekerjaan tidak jelas, tapi masih marah)

Semua butuh uang, ra mung cukup madhang

(Semua butuh uang, tidak hanya cukup makan)

Yen kepingin tenan, yo cepitno lawang

(Jika benar-benar mau, ya tutup pintu rapat)

(Rou Nur Rohim/Penyiar)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....