The SIGIT Bangkit dengan Lagu Barunya Berjudul Bread & Circus
- 06 Mei 2026 11:58 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Setelah enam tahun tanpa rilisan baru, The SIGIT akhirnya kembali lewat single terbaru berjudul "Bread & Circus". Comeback ini terasa spesial karena bukan sekedar nostalgia bagi para pendengar lama, melainkan penanda lahirnya fase baru yang lebih berani dan eksploratif. Kehadiran Absar Lebeh, Aghan Sudrajat, dan Raveliza dalam formasi baru membawa energi segar dalam proses kreatif mereka.
Mengutip dari unggahan Instagram @mousaik, secara musikal, "Bread & Circus" tetap mempertahankan identitas The SIGIT yang lekat dengan nuansa guitar-driven rock. Namun kali ini mereka memperluas eksplorasi dengan menambah synthesizer dan instrumen elektronik yang terasa lebih dominan dibandingkan karya mereka sebelumnya. Perpaduan tersebut mampu menghasilkan atmosfer psychedelic rock yang lebih kompleks dalam struktur aransemennya.
Karakter lagu ini memang tidak langsung mudah dicerna dalam sekali dengar. Aransemen yang rumit dengan lapisan instrumen yang saling bertabrakan membuat “Bread & Circus” terasa cukup “ngejelimet” di awal, tetapi justru di situlah daya tariknya. Semakin sering didengarkan, detail-detail kecil dari permainan gitar, synth yang melayang, hingga perubahan dinamika lagunya mulai terasa menyatu dan membentuk pengalaman mendengar yang lebih utuh.
Tidak hanya menawarkan eksplorasi musikal, “Bread & Circus” juga membawa pesan sosial dan politik yang cukup kuat. Lagu ini menyinggung isu perampasan ruang dan abuse of power dalam pengelolaan sumber daya alam yang dinilai semakin kacau.
| Baca juga: Renjun NCT Segera Debut sebagai Solois |
Kritik tersebut terasa relevan dengan kondisi sosial saat ini, sekaligus menunjukkan bahwa The SIGIT tetap konsisten menghadirkan karya dengan lapisan makna yang dalam. Makna tersirat dalam lagu ini juga diperkuat melalui video klipnya yang penuh simbolisme.
Salah satu pengamat musik Indonesia, Haris Franky, menyebut bahwa salah satu adegan paling menarik adalah scene terakhir yang meremake lukisan terkenal “Stańczyk” atau yang sering dikenal sebagai sad clown. Dalam lukisan tersebut, seorang badut menjadi satu-satunya sosok yang menyadari kehancuran negaranya saat para elit justru sibuk berpesta, sebuah pesan yang terasa selaras dengan penggalan lirik “was blinded by the dances”.
Kembalinya The SIGIT melalui "Bread & Circus" membuktikan bahwa mereka masih aktif di dunia musik dan terus berkembang mengikuti zaman. Eksplorasi sound, tema sosial yang tajam, hingga pendekatan visual yang simbolis membuat rilisan ini terasa seperti gerbang menuju era baru mereka. Jika single ini adalah sebuah permulaan, maka rilisan berikutnya layak dinantikan oleh para penggemar karya-karya mereka.
(Yogi Tripriyanto/Priyanto)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....