Terjemah Lirik Lagu Negoro Angin - Niken Salindry

  • 24 Apr 2026 12:22 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Lagu berjudul 'Negoro Angin' dibawakan oleh penyanyi muda Niken Salindry. Lirik lagu ini diciptakan oleh Denny Caknan bersama Rijal Pamungkas dan Shadewa Wijaya. Genre yang diusung adalah pop Jawa koplo dengan nuansa khas campursari modern.

Video musik 'Negoro Angin' dipublikasikan pada 22 April 2026 melalui kanal YouTube Aneka Safari Records. Hingga kini, video tersebut telah ditonton lebih dari 164.927 kali dan berhasil masuk trending musik di posisi #22. Angka ini menunjukkan antusiasme besar dari penonton terhadap karya Niken Salindry.

Secara arti terjemah, lirik 'Negoro Angin' menceritakan tentang pahitnya hubungan jarak jauh atau LDR. Lagu ini menggambarkan rasa rindu, kesetiaan, sekaligus kepahitan yang dialami pasangan yang terpisah oleh jarak dan waktu. Makna mendalam ini membuat lagu terasa dekat dengan pengalaman banyak orang.

Terdapat komentar menggelitik dari penonton video, lirik yang sudah diterjemahkan ini. Akun @amelmada8451 menulis, Lagu" dengan nanda tinggi , hanya suara niken yg bisa di terima telinga ku , gk noise , jernih, power yg emang bener keluar teriak ,bukan yg pakai falseto suara" dalam , sambil merem pun enak banget di denger , bukan fans niken tapi hanya penikmat suara nya 🥰🥰.

Berikut lirik dan terjemah bahasa indonesia "Negoro Angin - Niken Salindry"

Tak tempuh sewelasewu kilometer

(Aku tempuh sebelas ribu kilometer)

Nyusul awakmu

(Menyusul dirimu)

Sing nate janji mulih ning aku

(Yang pernah berjanji pulang padaku)

Sak wise rampungke urusanmu

(Setelah selesai urusanmu)

Tak tekat tekatke

(Kutekatkan tekadku)

Masio ora tahu ngalami adem mines siji

(Meskipun belum pernah mengalami suka duka bersama)

Mosok ra ditemoni

(Masa tidak bertemu)

Nekat ku mung pingin niliki

(Nekatku hanya ingin menengokmu)

Kepisah benua negara angin

(Terpisah benua negeri angin)

Nggayuh tresnamu rasane wes ra mungkin

(Menggapai cintamu rasanya sudah tak mungkin)

Wes bedo semanjak jarak teko

(Sudah berbeda sejak jarak datang)

Tiyang sing mbiyen tak kenal

(Orang yang dulu kukenal)

Dadi wong liyo

(Jadi orang lain)

Ternyata LDR pahit tenan

(Ternyata LDR sangat pahit)

Mboten seindah kembang tulip ning taman

(Tidak seindah bunga tulip di taman)

Goblokku isih sayang awakmu

(Kebodohanku masih sayang padamu)

Ngertio ra sudi ngancani jaman susahmu

(Mengerti kau tak mau menemani masa sulitmu)

Isih kebayang bayang

(Masih terbayang-bayang)

Isih dadi kenangan

(Masih jadi kenangan)

Bekas ambu rangkulanmu

(Bekas aroma pelukanmu)

Wangine isih neng atiku

(Wanginya masih di hatiku)

Isih tak kangeni

(Masih kurindukan)

Isih tak tunggoni

(Masih kutunggu)

Isih terus tak tangisi

(Masih terus kutangisi)

Isih tak kangeni

(Masih kurindukan)

Isih terus tak tangisi

(Masih terus kutangisi)

Kenangan sing wingi

(Kenangan yang lalu)

Mabur duwur melayang layang

(Terbang tinggi melayang-layang)

Terbang di atas awan

(Terbang di atas awan)

Ingin melepas

(Ingin melepaskan)

Rindu sayang

(Rindu sayang)

Kepisah benua negara angin

(Terpisah benua negeri angin)

Nggayuh tresnamu rasane wes ra mungkin

(Menggapai cintamu rasanya sudah tak mungkin)

Wes bedo semanjak jarak teko

(Sudah berbeda sejak jarak datang)

Tiyang sing mbiyen tak kenal

(Orang yang dulu kukenal)

Dadi wong liyo

(Jadi orang lain)

Ternyata LDR pahit tenan

(Ternyata LDR sangat pahit)

Mboten seindah kembang tulip ning taman

(Tidak seindah bunga tulip di taman)

Goblokku isih sayang awakmu

(Kebodohanku masih sayang padamu)

Ngertio ra sudi ngancani jaman susahmu

(Mengerti kau tak mau menemani masa sulitmu)

Goblokku isih sayang awakmu

(Kebodohanku masih sayang padamu)

(Roy Nur Rohim - Penyiar)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....