Fakta Menarik Film ‘Lee Cronin’s The Mummy’ yang Tayang di Bioskop
- 20 Apr 2026 11:22 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Pada bulan April 2026 para pecinta film horror dihujani kejutan, karena versi baru mummy telah dirilis. Lee Cronin’s The Mummy adalah film horor supranatural yang ditulis dan disutradarai oleh Lee Cronin.
Filma ini diproduseri oleh nama-nama besar James Wan dan Jason Blum melalui Blumhouse Productions dan Atomic Monster. Seperti diberitakan, film ini dirilis di bioskop internasional mulai 15–17 April 2026.
Ketika seorang anak perempuan bernama Katie hilang secara misterius di gurun Mesir tanpa jejak selama 8 tahun, kehidupan keluarga Cannon runtuh.
Setelah bertahun – tahun, Katie tiba-tiba kembali dalam keadaan aneh setelah ditemukan dalam sarkofagus kuno . Dia bukan sebagai gadis biasa, tetapi membawa aura kelam yang mengganggu dan kekuatan kuno yang jahat.
Hal yang seharusnya menjadi momen reuni keluarga yang bahagia, keberadaan Katie justru memicu teror supranatural di rumah mereka yang berubah menjadi mimpi buruk penuh kejadian misterius dan mengerikan.
Film ini menjadi sangat menarik karena ternyata film mummy ini sama sekali tidak terhubung dengan film mummy klasik yang bertema mesir kuno. Berikut beberapa fakta menarik dari film Lee Cronin’s The Mummy
1. Fokus pada Horor Keluarga Bukan Petualangan
Berbeda dari film The Mummy klasik (mis. versi Brendan Fraser 1999–2008) yang lebih berfokus pada petualangan, komedi dan aksi bertema Mesir kuno, versi Lee Cronin adalah horor psikologis gelap yang menekankan teror keluarga daripada eksploitasi artefak.
2. Bukan Sekuel & Tidak Terhubung dengan Versi Lama
Film ini bukan sekuel dari The Mummy sebelumnya dan berdiri sepenuhnya sendiri; karakter-karakter klasik seperti Rick O’Connell atau firaun tidak hadir dalam film kali ini. Ini bukan bagian dari alam semesta Universal Monsters lama.
3. Aura Mumi Diroleh dari Rumah Tangga, Bukan Kuil/Kerajaan
Alih-alih mengangkat mumi firaun atau kutukan kuno dari makam, Lee Cronin memilih “mumi” dalam bentuk seorang gadis yang membawa teror setelah kembali — cara dan pendekatan yang berbeda dari sebelumnya. Mereka memberikan nuansa yang lebih personal dan mengerikan.
4. Visual Lebih Gelap & Gore
Karena produksi Blumhouse dan histori Cronin dengan Evil Dead Rise (yang dikenal sangat brutal), film ini menampilkan lebih banyak konten gore dan visual horor ekstrem daripada The Mummy keluarga atau petualangan sebelumnya.
5. Pendekatan Mumi Lebih ‘Posesif’ daripada ‘Kutukan’ Tradisional
Jika film mumy sebelumnya mengangkat mummy sebagai makhluk yang bangkit dari makam, film ini lebih menunjukkan mummy sebagai entitas jahat dan memberikan perasaan yang lebih mirip cerita horor klasik seperti The Exorcist daripada monster Mesir kuno.
Lee Cronin’s The Mummy menghadirkan interpretasi baru yang lebih menyeramkan dan pribadi dari kisah mumi, berbeda dengan film sebelumnya yang menggabungkan elemen aksi, komedi, dan fantasi.
Film ini lebih cocok bagi penonton yang menyukai horor gelap dan suasana intens, bukan sekadar petualangan monster klasik. Tidak sabar akan jalan cerita lengkapnya? Saksikan di bioskop kesayangan kamu... (Rosita-LPU)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....