Harga PS5 Naik Global, Gamer Kena Dampak Lonjakan Biaya Produksi

  • 31 Mar 2026 01:27 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Kabar kurang menyenangkan datang bagi para gamer di seluruh dunia. Konsol PlayStation 5 (PS5) resmi mengalami kenaikan harga secara global yang mulai berlaku pada awal April 2026. Kebijakan ini diumumkan langsung oleh Sony sebagai respons terhadap tekanan ekonomi yang semakin berat di sektor teknologi.

Kenaikan harga ini tidak hanya berlaku untuk satu varian saja, melainkan mencakup seluruh lini produk PS5. Model standar kini dibanderol sekitar USD 649,99 atau setara Rp10 jutaan, naik dari sebelumnya USD 549,99. Sementara itu, versi Digital Edition ikut melonjak menjadi USD 599,99, dan varian tertinggi PS5 Pro bahkan menembus USD 899,99.

Di Indonesia sendiri, dampak kenaikan harga ini mulai terasa di pasar ritel. Harga PS5 dilaporkan sudah menyentuh kisaran Rp15 juta, tergantung tipe dan ketersediaan stok. Lonjakan ini dipengaruhi oleh nilai tukar, distribusi, serta biaya impor yang ikut meningkat seiring kondisi global.

Sony mengungkapkan bahwa keputusan menaikkan harga bukan tanpa alasan. Perusahaan menyebut tekanan ekonomi global, termasuk inflasi dan kenaikan biaya komponen, sebagai faktor utama. Salah satu penyebab terbesar adalah mahalnya chip memori dan komponen penting lain yang kini banyak diburu industri kecerdasan buatan (AI).

Selain itu, kelangkaan komponen seperti RAM dan storage juga turut memperparah situasi. Tingginya permintaan dari sektor teknologi lain membuat pasokan menjadi terbatas, sehingga biaya produksi konsol meningkat signifikan.

Menariknya, tren kenaikan harga ini tergolong tidak biasa di industri gaming. Umumnya, harga konsol akan turun seiring usia produk yang semakin lama. Namun pada generasi PS5, justru terjadi sebaliknya, di mana harga mengalami kenaikan beberapa kali sejak peluncurannya.

Kenaikan harga ini juga disebut sebagai yang kedua dalam waktu kurang dari setahun, setelah sebelumnya Sony sudah menaikkan harga pada 2025. Hal ini menunjukkan bahwa tekanan ekonomi global masih belum stabil dan terus berdampak pada industri game secara keseluruhan.

Para analis memprediksi, kenaikan harga PS5 bisa berdampak pada penurunan daya beli konsumen dan memperlambat pertumbuhan pasar konsol. Bahkan, tidak menutup kemungkinan perusahaan lain seperti Microsoft dan Nintendo akan mengikuti langkah serupa jika kondisi pasar tidak membaik.

Dengan situasi ini, gamer dihadapkan pada pilihan sulit: membeli sekarang dengan harga tinggi atau menunggu kondisi pasar kembali stabil. Namun hingga saat ini, belum ada kepastian kapan harga konsol akan kembali normal. (Jeje/Ridho)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....