Ini Penjelasan Ilmiahnya Mengapa Air Laut Berwarna Biru

  • 26 Feb 2026 22:21 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Banyak orang mengira warna biru laut semata-mata karena pantulan warna langit. Padahal, menurut para ilmuwan, warna biru pada air laut memiliki penjelasan ilmiah yang berkaitan langsung dengan sifat cahaya dan molekul air itu sendiri.

Fenomena ini telah lama diteliti dalam bidang fisika dan oseanografi. Secara ilmiah, air laut tampak biru karena molekul air menyerap cahaya dengan panjang gelombang tertentu.

Cahaya matahari terdiri dari berbagai warna dalam spektrum cahaya tampak. Saat cahaya masuk ke laut, warna dengan panjang gelombang lebih panjang seperti merah, oranye, dan kuning lebih cepat diserap, sementara warna biru dengan panjang gelombang lebih pendek lebih banyak dipantulkan kembali ke mata manusia.

Menurut penjelasan dari National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), air sebenarnya menyerap cahaya merah lebih kuat dibandingkan biru. Karena itu, ketika sinar matahari menembus permukaan laut, warna biru lebih dominan terlihat. Inilah alasan utama laut lepas yang dalam tampak berwarna biru pekat.

Selain proses penyerapan cahaya, fenomena hamburan cahaya juga berperan. Konsep ini mirip dengan penyebab langit berwarna biru yang dijelaskan oleh National Aeronautics and Space Administration (NASA). Partikel kecil di dalam air, termasuk molekul air itu sendiri, menghamburkan cahaya biru lebih efektif dibandingkan warna lainnya. Kombinasi antara penyerapan dan hamburan inilah yang membuat laut terlihat biru dari kejauhan.

Namun, warna laut tidak selalu biru. Di wilayah tertentu, laut bisa tampak hijau, cokelat, atau bahkan kemerahan. Hal ini dipengaruhi oleh keberadaan fitoplankton, sedimen, dan partikel lain di dalam air. Fitoplankton misalnya, mengandung klorofil yang memantulkan warna hijau sehingga laut di daerah tersebut terlihat lebih kehijauan.

Kedalaman air juga memengaruhi warna yang terlihat. Air laut yang dangkal cenderung tampak lebih terang atau toska karena pantulan pasir putih di dasar laut. Sementara itu, laut yang sangat dalam menyerap lebih banyak cahaya sehingga tampak biru tua hingga hampir gelap.

Dengan demikian, warna biru laut bukan sekadar pantulan langit, melainkan hasil interaksi kompleks antara cahaya matahari dan molekul air. Penjelasan ilmiah ini menunjukkan bahwa fenomena alam yang tampak sederhana ternyata menyimpan proses fisika yang menakjubkan. (Rizal Fahlevi)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....