Ryan Coogler dan Sinners: Sejarah Baru di BAFTA Awards 2026
- 26 Feb 2026 09:29 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Di ajang BAFTA Film Awards 2026, sebuah acara penghargaan film tahunan yang diselenggarakan oleh Britsh Academy of Film and Television (BAFTA) untuk menghormati kontribusi film terbaik Inggris dan internasional, sutradara Hollywood Ryan Coogler mencatat sebuah momen bersejarah yang menggema di dunia perfilman internasional. Coogler, yang dikenal lewat karya-karyanya seperti Fruitvale Station, Creed, dan Black Panther . Kembali menarik perhatian kompetisi penghargaan bergengsi dengan film terbarunya Sinners, sebuah genre-bending thriller vampir yang menggabungkan elemen horor Southern Gothic dengan tema sosial dan sejarah.
Pada malam puncak BAFTA ke-79 yang digelar di London, Inggris, Sinners berhasil menjadi film paling banyak menang untuk sebuah karya sutradara berkulit hitam dalam sejarah ajang ini. Film tersebut meraih tiga penghargaan utama : Best Supporting Actress (Wunmi Mosaku), Best Original Score (Ludwig Göransson), dan terutama Best Original Screenplay untuk Coogler sendiri.
| Baca juga: Arc Elbaf One Piece Siap Tayang 5 April 2026 |
Kemenangan tersebut tidak hanya memberikan tiga piala, tetapi juga mengukir prestasi baru bagi Coogler sebagai sutradara kulit hitam pertama yang memenangkan penghargaan Best Original Screenplay di BAFTA. Entertainment Weekly, situs majalah hiburan terkemuka Amerika, melaporkan bahwa film ini datang ke BAFTA dengan 13 nominasi, menjadikannya film karya sutradara kulit hitam dengan nominasi terbanyak sepanjang sejarah acara, situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Sinners juga mencatat sukses besar di musim penghargaan sebelumnya dan mencatatkan 16 nominasi Academy Awards. Memecahkan rekor lama yang dipegang bersama oleh film-film seperti La La Land, Titanic, dan All About Eve.
Dalam pidato penerimaannya, Coogler mengaku terkejut dan terharu atas pengakuan yang diterimanya. Ia berbicara tentang komunitasnya dan pentingnya cinta serta dukungan dalam menjalanai proses kreatif, menekankan bagaimana pengalaman hidup dan hubungan sosial memberi kekuatan dalam menulis naskah yang kemudian membuahkan penghargaan ini.
Kemenangan Sinners dan pencapaian Coogler mencerminkan perubahan signifikan dalam lanskap penghargaan film, khususnya dalam hal representasi dan pengakuan karya-karya yang lahir dari beragam perspektif. Rekor ini melampaui prestasi film 12 Years a Slave (2014) karya Steve McQueen, yang sebelumnya menjadi referensi utama sebagai film karya sutradara kulit hitam yang diakui di BAFTA.
Lebih dari sekadar kemenangan individu, sejarah yang ditorehkan oleh Ryan Coogler di BAFTA Awards 2026 menjadi simbol penting evolusi industri film, sebuah pengakuan terhadap keberagaman suara dan kreativitas yang terus berkembang di panggung penghargaan internasional. (Nana Ernawati)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....