Discord Tunda Rencana Verifikasi Usia Pengguna

  • 25 Feb 2026 11:43 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Platform komunikasi gim Discord menunda rencana peluncuran age verification yang sebelumnya dijadwalkan Maret mendatang. Perusahaan menyatakan fitur tersebut kini akan diluncurkan pada paruh kedua 2026.

Penundaan ini menyusul gelombang kritik dari pengguna setelah Discord mengumumkan bahwa seluruh akun akan secara default masuk ke pengalaman "teen-appropriate experience” hingga pengguna memverifikasi usia sebagai orang dewasa. Kebijakan tersebut memicu kekhawatiran soal privasi dan pengumpulan data identitas.

Dilansir dari techcrunch.com, Chief Technology Officer Discord, Stanislav Vishnevskiy, mengakui peluncuran awal kurang disosialisasikan secara jelas. Ia menyatakan perusahaan seharusnya memberikan penjelasan lebih rinci mengenai tujuan dan mekanisme verifikasi.

Discord menegaskan sekitar 90 persen pengguna tidak perlu melakukan verifikasi usia dan dapat terus menggunakan layanan seperti biasa. Sistem internal perusahaan disebut sudah mampu memperkirakan usia banyak pengguna dewasa berdasarkan indikator seperti usia akun, metode pembayaran, dan jenis server yang diikuti.

Bagi sekitar 10 persen pengguna yang diwajibkan verifikasi, Discord akan menyediakan beberapa opsi tambahan. Selain metode pemindaian wajah atau unggah kartu identitas, perusahaan berencana menghadirkan opsi verifikasi melalui kartu kredit.

Perusahaan juga berjanji hanya akan bekerja sama dengan penyedia layanan verifikasi yang memproses data sepenuhnya di perangkat pengguna. Discord menyatakan akan mempublikasikan informasi transparan mengenai mitra verifikasi dan praktik pengelolaan data mereka.

Sebelumnya, Discord sempat dikritik karena menggandeng Persona sebagai salah satu mitra verifikasi usia. Perusahaan menyatakan uji coba terbatas dengan Persona di Inggris telah berakhir dan saat ini tidak lagi bekerja sama dalam skema tersebut.

Kontroversi verifikasi usia juga dipicu insiden kebocoran data tahun lalu, ketika sekitar 70 ribu pengguna dilaporkan terdampak pelanggaran keamanan pada vendor pihak ketiga. Discord menyatakan tidak lagi menggunakan layanan vendor yang terlibat dalam insiden tersebut. Melalui penyesuaian kebijakan ini, Discord berupaya menyeimbangkan perlindungan pengguna remaja dengan kekhawatiran privasi yang disuarakan komunitasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....