Sony Pertimbangkan Tunda Peluncuran PS6 hingga 2029
- 24 Feb 2026 12:32 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Kenaikan harga memori RAM global dilaporkan berpotensi memengaruhi jadwal peluncuran konsol generasi terbaru. Laporan Bloomberg menyebut kondisi ini bisa mendorong Sony menunda peluncuran PlayStation 6 hingga 2028 atau bahkan 2029.
Lonjakan harga RAM disebut dipicu oleh meningkatnya permintaan untuk kebutuhan kecerdasan buatan generatif. Kekurangan pasokan memori membuat sejumlah perusahaan teknologi harus menyesuaikan strategi produksi dan peluncuran perangkat keras mereka.
Jika penundaan terjadi, maka PlayStation 6 akan meluncur sekitar sembilan tahun setelah PlayStation 5 dirilis pada 2020. Jarak waktu tersebut akan menjadi yang terpanjang dalam sejarah konsol PlayStation.
Sumber anonim yang dikutip Bloomberg menyebutkan bahwa penundaan hingga 2029 dapat menjadi perubahan besar dari rencana awal Sony. Namun hingga kini, Sony belum memberikan pernyataan resmi terkait spekulasi tersebut.
Di sisi lain, Nintendo Switch 2 juga disebut terdampak kondisi pasar memori. Nintendo dilaporkan tengah mempertimbangkan penyesuaian harga konsol yang saat ini dipatok sekitar 450 dolar AS, meski belum ada kejelasan mengenai besaran kenaikannya.
Presiden Nintendo, Shuntaro Furukawa, sebelumnya mengakui pasar memori sedang sangat fluktuatif. Ia menyatakan perusahaan memantau situasi tersebut dengan cermat dan melakukan pengadaan berdasarkan rencana bisnis jangka menengah hingga panjang.
Meski demikian, Furukawa menegaskan kondisi saat ini belum berdampak langsung pada bisnis Nintendo. Ia juga menolak berspekulasi apakah harga Switch 2 akan terpengaruh, dengan menyebut hal tersebut masih bersifat hipotetis.
Kenaikan harga komponen utama seperti RAM menunjukkan bagaimana dinamika industri kecerdasan buatan kini berdampak luas, termasuk pada sektor konsol gim. Keputusan akhir dari Sony maupun Nintendo dinilai akan sangat menentukan arah persaingan pasar perangkat gim generasi berikutnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....