Terjemah Lirik Lagu 'Serat Penjajah - Laila Ayu Simpatik'

  • 21 Feb 2026 19:58 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Lagu 'Serat Penjajah' dinyanyikan Laila Ayu dan liriknya diciptakan KH. KPP Nur Nasroh Hadiningrat. Karya ini dikenal sebagai lagu perjuangan bernuansa tradisional.

Video dirilis 16 Februari 2026 di kanal SIMPATIK MUSIC OFFICIAL. Hingga Sabtu, 21 Februari 2026, tayangan mencapai 322 ribu views dan trending lima musik.

Secara arti terjemah, lirik menggambarkan penderitaan rakyat kecil masa penjajahan. Pesannya menyoroti ketidakadilan penguasa serta jeritan sosial masyarakat tertindas.

Bagian lirik paling sesuai judul muncul saat kisah penindasan penjajah digambarkan jelas. Penggalan itu menegaskan tema kritik kolonial yang kuat.

Lagu ini pernah dipopulerkan Cantika Adella dengan versi aransemen berbeda. Versi Laila Ayu menghadirkan vokal lembut berpadu instrumen etnik.

Berikut lirik dan terjemah bahasa indonesia "Serat Penjajah - Laila Ayu"

كلام قديم لا يمل سماعه

(Perkataan lama yang tak bosan didengar)

تنزه عن قول وفعل ونية

(Suci dari ucapan perbuatan dan niat)

به أشتفي من كل داء ونوره

(Dengannya aku sembuh dari penyakit dan cahayanya)

دليل لقلبي عند جهلي وحيرتي

(Petunjuk hatiku saat bodoh dan bingung)

Kawulo cilik podo nelongso

(Rakyat kecil semua sengsara)

Sandang pangan dikurangi

(Sandang pangan dikurangi)

Kaum wanito diperkoso

(Kaum wanita diperkosa)

Kaum prio podo disikso

(Kaum pria semua disiksa)

Akeh uwong kerjo pekso

(Banyak orang kerja paksa)

Ngorbanake sanak bateh lan tonggo

(Mengorbankan saudara kerabat dan tetangga)

Soko wong jowo kang ngatong bondo

(Dari orang Jawa yang membawa harta)

Sebab edan marang bondo

(Karena gila terhadap harta)

كلام قديم لا يمل سماعه

(Perkataan lama yang tak bosan didengar)

تنزه عن قول وفعل ونية

(Suci dari ucapan perbuatan dan niat)

به أشتفي من كل داء ونوره

(Dengannya aku sembuh dari penyakit dan cahayanya)

دليل لقلبي عند جهلي وحيرتي

(Petunjuk hatiku saat bodoh dan bingung)

Kawulo cilik suwal kadud

(Rakyat kecil celana karung)

Suwal kadud goni puniko

(Celana karung itu)

Agemane saben wengi

(Dipakai setiap malam)

Saben wengi lan saben rino

(Setiap malam dan setiap hari)

Kukur kukur sambat sabendino

(Mengais sambil mengeluh setiap hari)

Sebab srakahe panggede

(Karena keserakahan penguasa)

Podo mikir weteng dewe

(Semua pikir perut sendiri)

Podo nracak sak karepe dewe

(Bertindak semaunya sendiri)

كلام قديم لا يمل سماعه

(Perkataan lama yang tak bosan didengar)

تنزه عن قول وفعل ونية

(Suci dari ucapan perbuatan dan niat)

به أشتفي من كل داء ونوره

(Dengannya aku sembuh dari penyakit dan cahayanya)

دليل لقلبي عند جهلي وحيرتي

(Petunjuk hatiku saat bodoh dan bingung)

Podo sambat podo gletak

(Semua mengeluh semua terkapar)

Podo ngatang tanpo nyowo

(Semua berjalan tanpa jiwa)

Separan paran

(Entah ke mana)

Podo nangis

(Semua menangis)

Podo nangis ra nduwe bondo

(Semua menangis tak punya harta)

Tegal sawah tinandur kapas

(Ladang sawah ditanam kapas)

Tinandur kapas penjajah negoro

(Ditanami kapas penjajah negara)

Rojo koyo di rampoki

(Raja kaya dirampok)

Dibegali antek e londo

(Dibegal antek Belanda)

كلام قديم لا يمل سماعه

(Perkataan lama yang tak bosan didengar)

تنزه عن قول وفعل ونية

(Suci dari ucapan perbuatan dan niat)

به أشتفي من كل داء ونوره

(Dengannya aku sembuh dari penyakit dan cahayanya)

دليل لقلبي عند جهلي وحيرتي

(Petunjuk hatiku saat bodoh dan bingung)

كلام قديم لا يمل سماعه

(Perkataan lama yang tak bosan didengar)

تنزه عن قول وفعل ونية

(Suci dari ucapan perbuatan dan niat)

به أشتفي من كل داء ونوره

(Dengannya aku sembuh dari penyakit dan cahayanya)

دليل لقلبي عند جهلي وحيرتي

(Petunjuk hatiku saat bodoh dan bingung)

(Roy Nur Rohim - Penyiar)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....