​Imlek 2577 Barongsai dan Liong Solo Kebanjiran Order

  • 30 Jan 2026 05:21 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta: Menjelang perayaan Imlek tahun ini, kelompok kesenian barongsai dan liong di Solo kebanjiran permintaan tampil. Bahkan jadwal mereka sudah penuh hingga pertengahan Februari 2026.

Pembina barongsai Tri Pusaka Solo, Adjie Candra ditemui rri.co.id, Kamis, 29 Januari 2026, menjelaskan selama beberapa pekan ini lebih dari 33 permintaan show di berbagai lokasi acara.

Menurutnya perayaan tahun baru Imlek 2577 bisa dibilang panen rezeki bagi grup kesenian barongsai dan Liong. Bahkan saking tingginya permintaan tampil tidak jarang pelaku seni pertunjukan tersebut menolak orderan luar kota karena padatnya tampil.

Salah satu pelaku kesenian barongsai yang kewalahan menerima order show itu adalah paguyuban Naga Barongsai Tripusaka Solo. Permintaan untuk tampil ini mulai tanggal 7 Februari - 2 Meret 2026 datang dari wilayah Solo saja dari berbagai instansi seperti mal, rumah makan, sekolah, perhotelan, pabrik dan toko bahkan masjid Raya Sheikh Zayid untuk tampil mengisi acara Imlek.

Meski kewalahan melayanai order Show namun permintaan lebih banyak tahun lalu yang hampir lebih dari 50 orderan.

"Untuk tahun ini lebih sedikit dibanding tahun lalu karena Imlek berbarengan dengan bulan puasa jadi mal mal, perhotelan dan lainnya mengurangi penyelenggaraan hiburan atraksi barongsai," katanya

Agar bisa tampil prima, pemain barongsai rutin latihan setiap hari Rabu, Jumat dan Minggu. Kendatipun permintaan padat, tetapi pihaknya tidak menaikkan tarif untuk tampil di setiap acara.

Kelompok barongsai Tri Pusaka ini terdiri sekitar 70 orang dari anak-anak, remaja dan dewasa. Dalam setiap tampil pemain barongsai 2 orang untuk naga atau liong 9 orang ditambah pemusiknya total pemain kesemuanya 30 - 40 orang.

Profesi sebagai pemain barongsai menjadi hal yang yang menggembirakan bagi Zulyus Nur Hendro Efendi warga Solo. Hal itu karena setiap Imlek anggota paguyuban Tri Pusaka ini mampu mengantongi penghasilan sekali pentas sampai Rp500 ribu hingga lebih dari 1 juta sekali main apalagi ditambah angpao.

"Kami sekali show bisa 3 kali dalam sehari, untuk penghasilan jika pemain senior bisa lebih dari Rp500 ribu hingga Rp1 juta karena tingkat resiko tinggi saat atraksi dengan tonggak besi," katanya.

Adapun sekali Job barongsai dalam kota sekitar Rp5 juta - Rp7,5 juta. Sedangkan liong dan barongsai komplit dengan tonggak besi Rp10 juta.

Uniknya para pemain liong dan barongsai Tripusaka memiliki latar belakang yang beragam. Meski kesenian identik dengan tradisi dari Tionghoa, justru 95 persen pemain kesenian ini berasal dari warga Suku Jawa. (SF)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....