Natalie Portman Ungkap Cedera Saat Syuting "Black Swan"

  • 28 Jan 2026 14:58 WIB
  •  Surakarta

RRi.CO.ID, Surakarta - Natalie Portman kembali menjadi sorotan setelah berbagi cerita dalam Wednesday's episode of The Drew Barrymore Show, tentang pengalaman fisik ekstrem yang dialaminya saat syuting film Black Swan (2010). Peran yang meraih Piala Oscar sebagai Aktris Terbaik dan kini dipandang sebagai salah satu performa akting paling ikonik abad ke-21. 


Dalam sebuah cuplikan wawancara yang dibagikan oleh Entertainment Weekly, sebuah situs majalah hiburan terkemuka Amerika,  Portman mengungkapkan bahwa salah satu cedera paling serius yang dialaminya di lokasi syuting adalah “mempergeser tulang rusuk” akibat pengulangan angkat-mengangkat saat adegan balet yang intens. Portman mengatakan bahwa cedera itu terjadi ketika tubuhnya beberapa kali diangkat dalam latihan dan pengambilan gambar, sampai tulang rusuknya “seperti masuk ke bawah” dan menyebabkan rasa sakit yang luar biasa.


Ia menggambarkan pengalaman itu sebagai bagian paling ‘liar’ dari proses syuting tersebut, suatu cedera yang tetap membekas dalam ingatannya meskipun sudah lebih dari satu dekade berlalu sejak film itu dirilis. Kisah cedera ini dilengkapi oleh wawancara lain dari media besar Amerika seperti People dan wawancara reflektif bersama Vogue dengan rekan mainnya, Mila Kunis, yang juga mengonfirmasi betapa menantangnya persiapan fisik untuk film tersebut. 


Kunis, yang berperan sebagai Lily, mengatakan bahwa persiapan mereka melibatkan latihan balet yang panjang dalam enam bulan intensif, dengan banyak adegan fisik yang menyebabkan memar di area tulang rusuk karena sering diangkat berulang kali. Dalam beberapa wawancara lama yang kembali ramai dibicarakan saat film itu berusia 15 tahun, Portman sendiri pernah menyatakan, salah satu cedera terburuk yang dialaminya selama produksi adalah dislokasi tulang rusuk.


Ini membuat adegan-adegan tertentu harus dimodifikasi untuk mengurangi tekanan fisik padanya. Selama tiga minggu terakhir syuting, cara pengambilan gambar diubah agar adegan angkat-mengangkat tidak lagi menekan area yang cedera tersebut.


Selain cedera tulang rusuk, Portman dan Kunis juga harus menghadapi tantangan diet dan disiplin fisik yang ketat. Meskipun tidak secara langsung diwawancarai tentang diet ekstremnya dalam wawancara terbaru ini, laporan media lain mengungkapkan bahwa keduanya menjalani latihan balet hingga 12 jam per hari dengan pola makan yang sangat terbatas demi mencapai realisme sebagai penari balet profesional.

Portman sendiri pernah mengatakan bahwa pengalaman fisik dituntut pada Black Swan,  yang mencakup latihan, cedera, dan tekanan syuting, memengaruhi dirinya secara emosional dan fisik. Selain itu juga memperdalam pemahamannya tentang apa yang dibutuhkan seorang penari profesional, yang membuatnya menghormati dan memahami betapa luar biasanya dedikasi para penari balet sungguhan.

Walau Black Swan kini telah lebih dari satu dekade berlalu, cerita Portman tentang perjuangan fisik di balik layar tetap dikenal. Menjadi refleksi kuat tentang komitmen total pada sebuah peran, pengorbanan yang membantu menghasilkan salah satu penampilan paling diakui di awal abad ini.  (Nana Ernawati)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....