Lirik dan Arti Lagu Ikhlasno Dini Kurnia MuflyKey
- 16 Agt 2025 21:35 WIB
- Surakarta
KBRN, Surakarta: Lagu 'Ikhlasno' yang dipopulerkan oleh Dini Kurnia bersama Mufly Key menghadirkan sentuhan dangdut modern yang penuh makna. Lagu ini resmi dirilis di YouTube Dini Kurnia Official dan langsung mendapat respon positif dari pendengar musik tanah air.
Video musik ini tayang perdana pada 14 Agustus 2025 dengan jumlah penonton mencapai lebih dari 117 ribu (16/8/2025). Posisi trending musik nomor 15 menandakan bahwa lagu ini berhasil diterima luas oleh masyarakat.
Makna 'Ikhlasno' adalah tentang ketulusan hati menerima takdir perpisahan dengan orang tercinta. Meski penuh luka dan air mata, pesan utama lagu ini adalah mengajarkan sikap sabar, lilakno, dan ikhlasno dalam menghadapi ujian hidup.
Lagu ini sebenarnya bukan karya baru sepenuhnya, karena sebelumnya juga dipopulerkan oleh Rozy Abdillah bersama Suliyana di tahun 2014. Namun, aransemen baru dari Dini Kurnia memberi warna berbeda, menghadirkan instrumen segar, termasuk efek unik seperti gamelan, suara mesin pasah, dan peluit wasit.
Kehadiran Mufly Key sebagai penyanyi pendamping sekaligus penggarap musik memberikan sentuhan khas pada lagu ini. Keharmonisan vokal dan aransemen menjadikan 'Ikhlasno' versi terbaru ini lebih emosional sekaligus menarik untuk didengarkan.
Pesan yang ingin disampaikan adalah menerima kenyataan meski pahit, karena dalam ikhlas ada ketenangan. Seperti kata penggalan liriknya, "Yo wis lilakeno, Yo wis ikhlasno, Takdir iki misahaken sun lan riko."
Berikut Lirik dan Arti Terjemah Lagu 'Ikhlasno - Dini Kurnia feat Mufly Key'
Yo wis lilakeno (Ya sudah lepaskanlah)
Yo we ikhlasno (Ya sudah ikhlaskanlah)
Magih ono kewajiban hang sun songgo (Masih ada kewajiban yang harus kujalani)
Yo wis lilakeno (Ya sudah lepaskanlah)
Yo wis ikhlasno (Ya sudah ikhlaskanlah)
Takdir iki misahaken sun lan riko (Takdir ini memisahkan aku dan kamu)
Semilire angin dalu (Semilir angin malam)
Mbarengi jangkah isun melaku (Mengiringi langkahku berjalan)
Ninggalaken kuto nguweni cerito (Meninggalkan kota membawa cerita)
Kisah sun ambi riko (Kisahku denganmu)
Mendung ning langit tondo ati nelongso (Mendung di langit tanda hati sedih)
Ditinggal seliramu lungo (Ditinggal dirimu pergi)
Tetese eluh ring pipi iki (Tetesan air mata di pipi ini)
Ora iso ngalangi (Tidak bisa menahan)
Takdir iki ning ati seneng seneng perih (Takdir ini di hati senang bercampur perih)
Ketemu seliramu ora tak getuni (Bertemu denganmu tidak kusesali)
Masiyo sedelo tresnomu ngebaki ati (Meski sebentar cintamu memenuhi hati)
Seneng saiki dadi perih (Bahagia kini menjadi perih)
(Roy Rohim/Penyiar)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....