Di Balik Permainan Layang-layang

  • 09 Agt 2025 11:40 WIB
  •  Surakarta

KBRN, Surakarta: Layang-layang bukan sekadar permainan tradisional tapi merupakan salah satu warisan budaya tertua yang pernah dikenal manusia. Fungsi awalnya pun sangat beragam dari alat ritual, komunikasi militer, hingga media eksperimen ilmiah.

Seiring waktu, layangan bertransformasi menjadi bagian dari budaya masyarakat di berbagai penjuru dunia. Menariknya, Indonesia memiliki bukti arkeologis bahwa layang-layang sudah ada sejak zaman Mesolitikum (sekitar 9.000–5.000 SM).

Lukisan gua di Sulawesi Tenggara yang menggambarkan sosok sedang menerbangkan layangan menunjukkan bahwa masyarakat Nusantara sudah mengenal permainan ini ribuan tahun sebelum peradaban Tiongkok menggunakannya sekitar 2.500 SM. Penemuan ini menjadikan Indonesia sebagai salah satu wilayah dengan jejak layangan tertua di dunia.

Di Asia, terutama di Tiongkok, Jepang, dan India, layangan berkembang tidak hanya sebagai sarana hiburan, tetapi juga untuk keperluan spiritual dan militer. Di Barat, layangan mulai dikenal pada abad ke-13 melalui interaksi perdagangan dan pelaut, salah satu momen paling bersejarah adalah ketika Benjamin Franklin menggunakan layang-layang untuk membuktikan teori listrik pada abad ke-18.

Hingga kini, layangan tetap menjadi simbol budaya yang hidup, di Indonesia layangan tidak hanya dimainkan sebagai hiburan, tapi juga menjadi bagian penting dari festival budaya, seperti Festival Layang-Layang Bali. Di tingkat global, kota Weifang di Cina bahkan dikenal sebagai "kota layangan dunia", menegaskan bahwa warisan kuno ini tetap relevan dan dikagumi lintas generasi dan negara.

Sumber: Bobo (dot) Grid (dot) id

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....