Pengawetan Batang Pisang atau Gedebog dalam Pertunjukan Wayang
- 30 Mar 2025 09:12 WIB
- Surakarta
KBRN, Surakarta: Batang pisang merupakan unsur penting dalam suatu pertunjukan wayang kulit purwa. Dalam pertunjukan wayang, batang pisang memiliki dua makna, yaitu makna simbolik dan makna fungsi.
Dilihat dari makna fungsi, batang pisang berguna untuk menancapkan wayang kulit purwa tersebut. Sehingga, wayang bisa diposisikan sebagaimana mestinya, seperti tegak, miring, maupun arah lainnya.
Sedangkan, dilihat dari makna simbol, batang pisang sebagai simbol dari tanah dalam kehidupan konteks pewayangan. Dilansir dari Jurnal Lakon, batang pisang biasanya hanya awet dalam beberapa hari saja, namun ada teknik pengawetan batang pisang sehingga batang pisang bisa awet hingga tiga minggu.
Rekayasa pengawetan batang pisang dilakukan dengan cara pengurangan kadar air, berikut ini langkah-langkahnya:
Pemotongan
Pemotongan dilakukan dengan cara memotong kecil batang pisang guna memperluas permukaan.
Penempatan
Penempatan potongan-potongan batang pisang ditempat yang memiliki kualitas udara yang baik.
Pengaturan Suhu
Pengaturan suhu harus dilakukan dengan tepat untuk memperoleh kondisi yang optimal dalam pengurangan kadar air.
Waktu
Dalam durasi waktu yang lama, biarkan batang pisang terbuka dan mengalami penguapan air.
Penjelasan lebih lanjut mengenai langkah lainnya sebagai berikut:
Penebangan
Penebangan batang pisang dilakukan dengan cara menebang pangkal atau akar pisang. Selanjutnya, dikelupas kulit pertamanya serta dibersihkan dan dipotong ujungnya.
Penjemuran
Batang pisang dijemur secara terbalik atau akar berada di atas selama kurang lebih tujuh jam. Penjemuran dilakukan sampai batang pisang terlihat alum.
Pemutaran dan Pengelupasan
Batang pisang yang sudah dijemur dan sudah digunakan bisa digunakan kembali dengan cara batang pisang yang sudah berlubang diputar 45 derajat dan dikelupas kulitnya. Hal ini bisa dilakukan hingga tiga kali pemakaian yang bisa bertahan selama dua sampai tiga minggu. (Dhea, Ali Marsudi)
Sumber: Sapto. 2024. Pengawetan Gedebog Sebagai Perangkat Pertunjukan Wayang Kulit Purwa dengan Rekayasa Pengurangan Kadar Air. Lakon: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Wayang, Vol. 21, No. 1.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....