Mengenal Gitaris Dunia Yngwie Malmsteen
- 29 Des 2024 20:49 WIB
- Surakarta
KBRN, Surakarta: Yngwie Johan Malmsteen ( nama asli Lars Johan Yngve Runnerbeck, lahir 30 Juni 1963) adalah seorang gitaris, komposer, multi-instrumentalis Swedia, dan pemimpin band. Malmsteen menjadi terkenal pada tahun 1980-an karena keahlian teknisnya dalam karya-karya metal neoklasik, yang ditandai dengan permainan gitar yang cepat dan bernada tinggi, serta tangga nada dengan jeritan dan raungan.
Dari tahun 1984 hingga 1988, "Rising Force", "Marching Out", "Trilogy" dan "Odyssey" termasuk di antara 100 judul lagu terlaris.(Wikipedia).Awalnya Yngwie mencoba belajar piano dan terompet, namun tidak mampu menguasai instrumen tersebut. Yngwie juga memiliki gitar akustik yang dibelikan ibunya ketika dia berumur lima tahun, dan membiarkannya tergantung di dinding, tidak tersentuh.
Hingga pada tanggal 18 September 1970, Yngwie akhirnya mengalami peristiwa khusus terkait meninggalnya Jimi Hendrix. Di sana, Yngwie, yang saat itu berusia 17 tahun, menyaksikan Jimi Hendrix membuat suara feedback gitar dan membakar gitar di depan penonton. Permainan gitar Yngwie lahir di hari kematian Jimi Hendrix.
Yngwie yang penasaran kemudian membeli Fender Stratocaster yang murah, mencoba lagu-lagu Deep Purple, dan menghabiskan banyak waktu mempelajari rahasia instrumen dan musiknya. Kekaguman Yngwie pada Ritchie Blackmore (gitaris Deep Purple) yang terpengaruh musik klasik, dan kekagumannya pada kakak perempuannya yang kerap memainkan karya-karya Bach, Vivaldi, Beethoven, dan Mozart, membuat Yngwie menekuni musik klasik. Yngwie bermain gitar sepanjang hari sampai dia tertidur.
Saat usia 10 tahun, Yngwie mengadopsi julukan ibunya "Malmsteen" dan memusatkan seluruh energinya untuk tidak bersekolah. Di sekolah, Yngwie dikenal sebagai pembuat onar dan sering terlibat perkelahian, namun ia berprestasi di kelas bahasa Inggris dan seni.
Setelah menonton pemain biola Gideon Kremer menampilkan '' 24 Caprices'' Paganini di televisi, Yngwie akhirnya belajar bagaimana menggabungkan musik klasik dengan keterampilan bermain gitarnya. Album solo pertama Yngwie, Rising Force (saat ini berada di puncak musik rock neoklasik), mencapai nomor 60 di tangga lagu Billboard untuk musik gitar instrumental non-komersial Tercapai. Album ini juga dinominasikan untuk Grammy Award untuk Best Rock Instrumental. Tak lama kemudian, Yngwie dinobatkan sebagai Best New Guitarist, Best Guitarist, dan Best Album oleh berbagai majalah dan media.
Setelah itu Yngwie meluncurkan album yang laku cantik misalnya Odyssey, Eclipse, Fire & Ice, Seventh Sign, I Can't Wait, Magnum Opus, Inspiration, Facing the Animal, akhirnya Yngwie berhasil mewujudkan cita-citanya bermain bersama Orkestra pada galat satu album terbarunya: Concerto Suite for Electric Guitar and Orchestra in Eb minor, Op.1 (tahun 1998).(Biografiku)
Ketika merelease albumnya Eclipse pada tahun 1990, Yngwie pernah pentas di Indonesia menciptakan konser yg sukses di kota Jakarta, Solo, dan Surabaya. Rencananya dalam bulan July 2001 lalu Yngwie akan konser di Indonesia, tetapi dibatalkan lantaran istrinya menasehati Yngwie akan keamanan politik Indonesia. (Agung TN)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....