Samparan Nebus Dosa, Pentas Ketoprak Mahasiswa Pecinta Budaya

  • 02 Des 2024 13:39 WIB
  •  Surakarta

KBRN, Surakarta : Lakon Ketoprak ‘Samparan Nebus Dosa’ sukses digelar Unit Pengembangan Kesenian Daerah (UPKD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP ) Universitas Sebelas Maret. Pergelaran tersebut berlangsung di Rumah Kita Baluwarti Solo pada Minggu (01/12/2024) dalam rangka pentas produksi tahun 2024.

Salah satu talent Ketoprak Hardono menjelaskan, proses untuk pentas produksi 2024 ini disiapkan selama 2 bulan. Total melibatkan sekitar 80 mahasiswa baik sebagai panitia maupun pemain dan pengrawit.

Hardono lebih lanjut menceritakan, Samparan Nebus Dosa memiliki alur cerita yang kompleks. Diambil dari salah satu bagian cerita legendaris buku karya SH Mintarja Nagasrasra Sabuk Inten

“Lakon ini berawal dari Simolodra dan selingkuhannya bernama Sulastri akan membuat persembahan berupa gadis perawan berjumlah 40 di tanggal 1 Sura,” kata Hardono.

Salah satu adegan dalam cerita Samparan Nebus Dosa

Hal tersebut membuat kericuhan di Desa Prambanan. Hingga Ki Demang selaku pemuka masyarakat desa, memerintah untuk menjaga Desa Prambanan lebih ketat lagi.

“Lakon ini diakhiri dengan tokoh Samparan yang kalah perang dengan Wirasaba. Samparan kalah itu karena disengaja untuk menebus dosanya”, ujar Hardono lebih lanjut

Selain untuk memeriahkan acara tahunan, pertunjukan ini diharapkan dapat meningkatkan apresiasi terhadap kesenian lokal. Sekaligus memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk lebih mengenal dan mencintai budaya tradisional.

UPKD FKIP UNS merupakan sekelompok mahasiswa yang cinta kesenian daerah khususnya kesenian Jawa. Melalui pertunjukan ini, harapannya tercipta inovasi dalam penyajian ketoprak. Sehingga tercipta pentas yang lebih menarik dan relevan dengan zaman modern, tanpa meninggalkan esensi budaya yang terkandung di dalamnya . (Dhea, Ali Marsudi)



Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....