Lirik dan Arti Cundamani Eri Pras ft Jasun Biber

  • 20 Nov 2024 08:08 WIB
  •  Surakarta

KBRN, Surakarta: Lagu 'Cundamani' yang berarti 'permata terbaik' dalam bahasa Sansekerta memiliki makna mendalam sebagai simbol cinta sejati. Denny Caknan, sang pencipta lagu, menyampaikan bahwa lagu ini adalah ungkapan rasa syukur atas hadirnya pasangan hidup yang menjadi energi untuk berkarya. Eri Pras dan Jasun Biber membawa lagu ini ke level berbeda dengan versi live yang penuh semangat.


Sejak tayang perdana beberapa jam lalu di kanal YouTube DC. Production, video live 'Cundamani' telah meraih 184.973 penonton dan masuk dalam daftar trending musik pada posisi #15. Pencapaian ini mengukuhkan kekuatan kolaborasi vokal Eri Pras dan Jasun Biber yang begitu dinanti oleh para penggemar (19/11/2024).


Jika dibandingkan, versi asli Denny Caknan telah ditonton 49 juta kali dalam satu tahun terakhir. Versi lainnya, seperti Difarina Indra bersama OM Adella dan Niken Salindry, masing-masing meraih 23 juta dan 12 juta penonton. Versi terbaru ini menjadi warna baru yang disukai banyak orang, dengan komentar seperti, "Goyang mas Eri Pras mas Jasun.. Uenak pokoke" kata Candra salah satu nitizen.


Bagi Anda yang ingin mendengarkan lagu ini sambil memahami budaya Jawa, Radio PRO4 RRI Surakarta adalah tempatnya. Dengarkan melalui FM 95,2 Mhz atau streaming di aplikasi RRI Digital. Informasi lengkap acara tersedia di s.id/pro4rrisurakarta atau melalui WhatsApp di 089520895244.


Berikut Arti Lirik Lagu 'Cundamani' - Eri Pras ft Jasun Biber, Denny Caknan, Difarina Adella hingga Niken Salindry:

Saben wayah wengi
(setiap malam)

Mikirno isi ati
(memikirkan isi hati)

Opo tenano tresno iki
(apakah cinta ini benar adanya)

Dadi siji
(menjadi satu)

Mantep anggonku mikir
(mantap caraku berpikir)

Ra ono sitik kuatir
(tanpa sedikit pun khawatir)

Cerito iki
(kisah ini)

Bakal apik ke ukir
(akan terukir indah)

Yakin-yakin no
(yakinkanlah)

Yakin aku tenanan
(aku sungguh-sungguh)

Sumpah ing janji
(bersumpah dalam janji)

Iluhku netes tenan
(air mataku benar-benar menetes)

Kurang-kurange
(kekuranganku)

Kurangku sepurane
(maafkanlah)

Cen anane ngene
(beginilah adanya)

Sayang
(titip rogoku)

Titip roso tresnaku
(titipkan rasa cintaku)

Seneng iki mung koe seng ngerti
(bahagia ini hanya kamu yang tahu)

Dadio konco ceritaku
(jadilah teman ceritaku)

Sepanjang uripku
(sepanjang hidupku)

Lintang
(bintang)

Suwon ngancani
(terima kasih menemani)

Suwon sampun nyekseni
(terima kasih telah menyaksikan)

Padangi dalan seng tak lewati
(menerangi jalan yang kulalui)

Cidro ne ati
(luka hati ini)

Gusti pun ngrampungi
(Tuhan telah menyelesaikannya)

Kurang-kurange
(kekuranganku)

Kurangku sepurane
(maafkanlah)

Cen anane ngene
(beginilah adanya)

(Dedi Setiadi/Penyiar)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....