Arti Lirik Lagu 'Raiso Dadi Siji' Shinta Arsinta ft Gerry
- 18 Nov 2024 13:47 WIB
- Surakarta
KBRN, Surakarta: Shinta Arsinta dan Gerry Mahesa menghidupkan kembali lagu 'Raiso Dadi Siji' dengan sentuhan emosional yang mendalam. Lagu ini mengisahkan dilema cinta seseorang yang terhalang oleh status pernikahan. Pesannya menyoroti perjuangan cinta yang harus menghadapi realita kehidupan.
Lagu ini tayang di kanal YouTube Mahesa Music Official pada 11 November 2024 dan telah ditonton sebanyak 225.795 kali. Versi duet ini menempati peringkat #22 Trending untuk Musik (18/11/2024).
Sebagai pembanding, versi Niken Salindry dan Kevin Ihza di Aneka Safari Records mencapai 36 juta penonton, sementara versi akustik Masdddho dan Linda Sulini di kanal Masdddho telah meraih 28 juta penonton. Di sisi lain, versi Difarina Indra dan Fendik Adella dengan OM Adella mencapai 16 juta views.
Makna lagu ini terletak pada konflik batin antara cinta yang tulus dan realitas tanggung jawab. Lirik seperti "Pancen tak akoni, tresnoku setengah mati, tapi aku ra wani ngingkari janji suci" menggambarkan ketegangan emosional yang harus dihadapi oleh seseorang yang terjebak antara cinta sejati dan janji pernikahan.
Berikut arti Lirik Lagu Raiso Dadi Siji Shinta Arsinta ft Gerry hingga Difarina Adella makna bahasa Indonesia
Aku tresno ro kowe
(Aku mencintaimu)
Tresno seng sak tenane
(Cinta yang sebenarnya)
Kabeh wes tak kek'ke ro kowe
(Semuanya sudah aku berikan padamu)
Atine
(Hatinya)
Senajan aku wes nduwe
(Walaupun aku sudah punya)
Bojo seng sak tenane
(Pasangan yang sebenarnya)
Nanging aku tresnone yo mung ro kowe
(Tapi cintaku hanya untukmu)
Roso ati ra tenang mikirke selingkuhan
(Hati ini tak tenang memikirkan perselingkuhan)
Tansah tak awang-awang mabur koyo layangan
(Selalu terbayang melayang seperti layang-layang)
Padahal bojo neng omah mikirke dadi susah
(Padahal pasangan di rumah jadi ikut susah)
Opo seng kudu dilakoni, aku bingung sendiri
(Apa yang harus dilakukan, aku bingung sendiri)
Pancen tak akoni, tresnoku setengah mati
(Sungguh aku akui, cintaku sangat besar)
Tapi aku ra wani ngingkari janji suci
(Tapi aku tak berani melanggar janji suci)
Mungkin kowe udu jodoku
(Mungkin kamu bukan jodohku)
Tapi aku sayang padamu
(Tapi aku mencintaimu)
Jujur seko jero atiku
(Jujur dari lubuk hatiku)
Sayang aku ikhlas trimo dadi seng keloro
(Sayang, aku ikhlas menerima menjadi yang kedua)
Nadyan abot roso tresno seng tak songgo
(Walaupun berat rasa cinta yang aku tanggung)
Sabar sak untoro sayang, aku yo wes berjuang
(Sabar sebisa mungkin sayang, aku sudah berjuang)
Ndadekke ngimpi tenanan
(Mewujudkan mimpi menjadi kenyataan)
Mugo kabeh iso lancar, buang kabeh kenangan
(Semoga semuanya berjalan lancar, buang semua kenangan)
Ikhlas lan sabar sayang
(Ikhlas dan sabar sayang)
Cincin wes ngelingker neng jari manisku
(Cincin sudah melingkar di jari manisku)
Janji yo wes tak ucap neng ngarep penghulu
(Janji sudah kuucapkan di depan penghulu)
Saiki yo uwes telat arep ngomongke cidro
(Sekarang sudah terlambat untuk bicara tentang pengkhianatan)
Aku mong ameh ndungo kowe iso bahagio
(Aku hanya ingin mendoakanmu agar bahagia)
Senajan setatusku saiki ora dewe
(Walaupun statusku sekarang tidak sendiri)
Tapi ojo nganti leren tresnaku karo kowe
(Tapi jangan sampai cintaku padamu berhenti)
Mugo-mugo kabeh dikei dalan supoyo dadi padang
(Semoga semuanya diberi jalan agar menjadi terang)
Anggone awak dewe lek gendak'an
(Hubungan kita jika bertemu)
Sayang aku ikhlas trimo dadi seng keloro
(Sayang, aku ikhlas menerima menjadi yang kedua)
Nadyan abot roso tresno seng tak songgo
(Walaupun berat rasa cinta yang aku tanggung)
Sabar sak untoro sayang, aku yo wes berjuang
(Sabar sebisa mungkin sayang, aku sudah berjuang)
Ndadekke ngimpi tenanan
(Mewujudkan mimpi menjadi kenyataan)
Mugo kabeh iso lancar, buang kabeh kenangan
(Semoga semuanya berjalan lancar, buang semua kenangan)
Ikhlas lan sabar sayang
(Ikhlas dan sabar sayang)
Aku mung iso nerimo kowe gone wong liyo
(Aku hanya bisa menerima kamu menjadi milik orang lain)
Tresno raiso dipeksano
(Cinta tidak bisa dipaksakan)
Aku tetep sayang kowe tekane sak lawase
(Aku tetap mencintaimu sampai selamanya)
Aku bahagia nyawang kowe
(Aku bahagia melihatmu)
Tanganku wes ono cincin, janji setio lan suci
(Tanganku sudah memakai cincin, janji setia dan suci)
Aku raiso nepati
(Aku tidak bisa menepati)
Kowe pancen tak tresnani biyen tekan saiki
(Kamu memang kucintai sejak dulu hingga sekarang)
Tapi raiso dadi siji
(Tapi tidak bisa bersatu)
Tapi raiso dadi siji
(Tapi tidak bisa bersatu)
Lagu ini bisa Anda dengarkan di Radio Pro4 RRI Surakarta pada frekuensi FM 95,2 MHz atau streaming melalui aplikasi RRI Digital. Untuk informasi lengkap acara, klik s.id/pro4rrisurakarta atau hubungi WhatsApp di 089520895244.
(Nur Rohim/Penyiar)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....