Narsistik di Tempat Kerja, Ego yang Mengganggu Produktivitas
- 28 Okt 2024 16:42 WIB
- Surakarta
KBRN, Surakarta: Individu yang suka selfie mungkin memiliki sifat narsis, yang sebenarnya wajar. Namun, narsis yang berlebihan dapat menjadi gangguan kepribadian narsistik dan menyebabkan masalah dalam lingkungan sosial seperti di tempat kerja. Gangguan narsistik di tempat kerja dapat menyebabkan kesulitan yang berpotensi merusak produktivitas serta hubungan antar rekan kerja.
Melansir mayoclinic.org, Narcissistic Personality Disorder (NPD) atau gangguan kepribadian narsistik adalah kondisi kesehatan mental yang ditandai dengan pola perilaku yang menonjolkan rasa superioritas yang berlebihan, kebutuhan terus menerus untuk dikagumi, dan kurangnya empati terhadap orang lain.
Gejala gangguan kepribadian narsistik di tempat kerja dapat bervariasi dalam tingkat keparahannya. Individu dengan gangguan ini cenderung merasa lebih penting dibandingkan orang lain, selalu ingin menjadi pusat perhatian, dan kurang empati.
Selain itu, gangguan kepribadian narsistik juga sulit memahami perasaan orang lain, suka memanipulasi untuk tujuan pribadi, sulit menerima kritik, memiliki harapan yang sangat tinggi terhadap diri sendiri dan orang lain, dan seringkali kecewa ketika harapan tersebut tidak terpenuhi.
Kehadiran gangguan kepribadian narsistik di tempat kerja dapat merusak hubungan rekan kerja dan menurunkan produktivitas. Perilaku manipulatif dan kurangnya empati dapat menciptakan lingkungan kerja yang tidak harmonis. Menghadapi situasi seperti ini, anda perlu menetapkan batasan yang sehat agar tetap dihargai. Namun, jika situasi tidak memungkinkan sebaiknya tetap tenang dan menjauh secara perlahan.
Pencegahan gangguan kepribadian narsistik di tempat kerja bisa dilakukan dengan pelatihan, membangun budaya kerja sehat, kebijakan jelas tentang perilaku yang tidak dapat diterima, dan memberikan dukungan kepada karyawan yang kesulitan karena perilaku NPD rekan kerja.
Individu dengan NPD seringkali menghindari pengobatan karena merasa tidak ada yang salah dengan dirinya. Jika mereka mencari bantuan psikoterapi, maka untuk gejala depresi, penyalahgunaan obat, atau masalah kesehatan mental lainnya.
Kemampuan dalam menerima kritik juga bisa menghambat pengobatan. Maka, penting untuk berkonsultasi dengan psikiater, psikolog, atau pelayanan kesehatan mental lainnya jika mencurigai adanya gejala gangguan kepribadian narsistik. (Arifin/May)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....