Lirik Lagu Majelis Lidah Berduri 'Kabar dari Penyusup'

  • 22 Okt 2024 18:52 WIB
  •  Surakarta

KBRN, Surakarta: Majelis Lidah Berduri, Band asal Yogyakarta merils single baru berjudul 'Kabar dari Penyusup (Negara dalam Keadaan Kuncitara)’. pada Minggu, 20 Oktober 2024 lalu. Lagu ini merupakan single kedua setelah tahun 2023 mereka merilis single ‘Serampang’. Band yang terbentuk tahun 1999 dengan nama ‘Melancholic Bitch (Melbi)’ tersebut seringkali menyebarkan karya yang tajam dan sarat dengan kritik, termasuk di single terbarunya ini.


Tak jelas benar kenapa lagu ini akhirnya mesti ada. Apa yang ingin kami katakan di lagu ini sudah kami coba katakan. Mungkin belum. Lagu ini tentang sekarang, suatu konsep waktu yang paling bengis, licin, sulit. Lebih bengis dari dulu yang penuh dengki dan cemburu, lebih bengis dari nanti yang kedap cahaya. Sungguh tak terbayangkan, pernah ada dunia di mana sekarang belum datang, belum jadi tujuan, alasan. Apakah sekarangmu sama dengan sekarang kami? Ini kami tak tahu pasti. Bagaimana bentuk sekarangmu? Apakah keadaan baik-baik saja pada sekarangmu? Apakah masih tertanggungkan, sekarangmu? Lebih jauh lagi, bagaimana dengan yang terusir dari sekarang? Sekarang sebagai milik bersama, apakah bisa? Cukup dengan pertanyaan-pertanyaan memusingkan,” kata Majelis Lidah Berduri kepada RRI Pro2 Surakarta (105,5 FM) dalam press releasenya Minggu (20/10/2024).

Band tersebut tetap menggunakan singkatan dari nama lama mereka yaitu Melbi, namun dengan penulisan berbeda, yaitu ME.L.BI. Lirik single keduanya diciptakan oleh Ugoran Prasad dan menjadi bagian dari album ‘Hujan Orang Mati’ yang akan segera tiba. Sedangkan, proses rekaman single kedua itu melibatkan Yennu Ariendra dan Yossy Herman Susilo (gitar), Paulus Neo Prasetyo (kibor), Richardus Ardita (bas), Danis Wisnu Nugraha Widiasmara (drum), Ugoran Prasad (vokal), serta vokal latar Arsita Iwardhani, Ayu Saraswati, Asriuni Minarpradipta, Agusti Karel Jascha Benny, dan Felix Nugroho.


Lagu ‘Kabar dari Penyusup (Negara dalam Keadaan Kuncitara)’ hanya bisa dinikmati di Youtube official @majelislidahberduri. Mereka menghadirkan sosok teatrikal yang terkenal, yaitu Ari Dwianto, aktor-kreator kepala Studio Raga dengan konsep cerita yang menarik dan berkesan.


Lagu ini, untuk kurang lebih seminggu ke depan, cuma bisa kamu nikmati di layar YouTube. Alasannya sederhana : gagasan visual tak keruan kami malah diganjar gerak dan kehadiran ajaib tubuh liat Ari Dwianto, aktor-kreator kepala Studio Raga di Garasi Performance Institute. Dentuman besar itu : Diana, kuda betina berusia tiga tahun yang bisa kalian temui di seputaran Malioboro, bintang sesungguhnya. Kami sadar Diana tak sungguh-sungguh tahu pada situasi bikinan dengan tujuan macam apa ia ditempatkan. Kami tak pernah bisa sepenuhnya tahu apakah ia setuju ada di sana. Semoga kasih kami padanya, juga kasih dari kalian yang menyaksikan, dengan satu atau lain cara bisa sampai padanya Pertemuan antara Ari dan Diana yang agung,” ungkap Majelis Lidah Berduri.

Artwork 'Kabar dari Penyusup (Negara dalam Keadaan Kuncitara)’ milik Majelis Lidah Berduri (Sumber: RRI Pro2 Surakarta/ Press Release)

Band rock Jogja ini akan menghadirkan versi audio single ‘Kabar dari Penyusup (Negara dalam Keadaan Kuncitara)’ setelah seminggu dari tanggal perilisan single kedua ini dan akan dilepas di kanal yang akan mereka tentukan kemudian.


Berikut ini lirik lagu Majelis Lidah Berduri yang berjudul ‘Kabar dari Penyusup (Negara dalam Keadaan Kuncitara)’:

Usia tak kunjung

mengajarkan ini semua

bisa wajar masuk akal

ini semua

mengantarkan kita sampai

di tujuan semula

Sekarang terus mencerca

terus saja mencerca

jauh panggang dari

mimpi mimpi masa muda

Dunia dipaksa

menuntaskan ini semua

agar wajar masuk akal

ini semua

dikembalikan paksa ke

keadaan semula

Sekarang terus mencerca

terus saja mencerca

Jauh panggang dari

mimpi mimpi masa muda

Dan yang bersejingkat bergerak memerangkap

bukan tak sempat menebak arah jatuh kita

bangkai, kita bangkai yang tersengal dimatanya

Satu dua napas kita didengarnya sejak lama

ia pasang perangkap

ia pasang perangkap

Pada sekarang, masihkah bisa

kau percaya, kau bertahan

Pada sekarang, masihkah bisa

kau percaya, kau setia

Meski jangan usai kau kirimkan pesan

ke udara harapan berdiam

(Dinar Rusydiana)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....