Lirik dan Arti Lagu Pelampiasan Dangdut Bahasa Jawa
- 20 Okt 2024 19:00 WIB
- Surakarta
Berita KBRN, Surakarta: Silvy Kumalasari baru saja meluncurkan lagu dangdut berjudul 'Pelampiasan', yang sukses menarik perhatian banyak pendengar. Tayang perdana pada 24 September 2024, lagu ini sudah ditonton lebih dari 1,4 juta kali di kanal Berkah Talenta (20/10/24). Versi asli dari lagu ini, yang dinyanyikan oleh Nayla Fardila, dirilis lebih awal pada 14 Agustus 2024 dan berhasil meraih lebih dari 300 ribu tampilan.
Selain Nayla Fardila, lagu ini juga telah diaransemen oleh Shinta Arsinta Feat Wisnu Jaya, yang dirilis pada 9 September 2024 dan mendapatkan perhatian serupa dengan lebih dari 1,4 juta kali tayang. Setiap versi memiliki nuansa yang berbeda, meskipun semuanya mengangkat tema cinta dan kehilangan.
Lagu 'Pelampiasan' menggambarkan rasa sakit dan kehilangan yang dialami dalam cinta, serta kerinduan yang mendalam. Lirik yang ditulis oleh Iwan Kurniawan ini menyentuh emosi banyak orang yang menghadapi hubungan yang tidak harmonis. Dalam artikel ini, kita juga akan membahas arti dari lirik original yang ditulis dalam bahasa Jawa, menerjemahkannya ke dalam bahasa Indonesia untuk memberikan pemahaman lebih dalam tentang makna yang terkandung.
Melalui vokal khasnya dan aransemen modern, Silvy Kumalasari memberikan warna baru pada lagu ini. Pendengar dapat menikmati lagu ini melalui Radio Pro4 RRI Surakarta di frekuensi FM 95,2 MHz atau streaming di aplikasi RRI Digital. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi WhatsApp di 089520895244 untuk mendapatkan update acara.
Reaksi netizen terhadap lagu ini sangat positif. Salah satu komentar dari @Ayuna_Sandi berbunyi, "Garut, Jawa Barat selalu hadir ini. Semoga sukses & sehat selalu untuk semuanya." Sementara @Sam.one11 menambahkan, "Lagu apa pun pokoknya yang dinyanyikan Silvy pasti istimewa."
"Lirik dan Arti Lagu Pelampiasan Dangdut Bahasa Jawa Terjemah Bahasa Indonesia"
kurang bakoh pie
(kurang kuat gimana)
tok larani tetep ning kene
(kamu sakiti tetap disini)
tok siak siakke aku tetep ro koe
(kamu sia siakan aku, tetap bersamamu)
kurang sayang pie
(kurang sayang gimana)
kurang gemati kepie
(kurang disayang gimana)
koe teko gowo tresno
(kamu datang dengan cinta,)
koe lungo aku sing loro
(kamu pergi aku yang sakit)
isih kerep sok kelingan
(masih sering teringat)
pas pertama dewe kenalan
(waktu pertama kita kenalan)
koe curhat werno werno haa...
(kamu bercerita banyak hal haa...)
sakiki ming gari cerito
(sekarang hanya tinggal cerita)
kurang bakoh pie
(kurang kuat gimana)
tok larani tetep ning kene
(kamu sakiti tetap disini)
tok siak siakke aku tetep ro koe
(kamu sia siakan aku, tetap bersamamu)
kurang sayang pie
(kurang sayang gimana)
kurang gemati kepie
(kurang disayang gimana)
koe teko gowo tresno
(kamu datang dengan cinta,)
koe lungo aku sing loro
(kamu pergi aku yang sakit)
tiwas wes tenanan
(sudah terlanjur serius)
jebul pelampiasan
(ternyata hanya pelampiasan)
tiwas wes tresno
(terlanjur suka)
aku mung mbok anggep opo
(aku hanya kamu anggap apa)
tulung iki ati
(tolong ini hati)
kok malah mbok cacah cacahi
(kamu malah menyakiti,)
isih ora nyongko
(masih tidak menyangka)
koe bali karo sinng wingi
(kamu kembali dengan yang kemarin)
sing jaremu ngelarani
(yang katamu menyakiti)
kurang bakoh pie
(kurang kuat gimana)
tok larani tetep ning kene
(kamu sakiti aku tetap disini)
tok siak siakke aku tetep ro koe
(kamu sia siakan aku tetap denganmu)
kurang sayang pie
(kurang sayang gimana)
kurang gemati kepie
(kurang disayang gimana)
koe teko gowo tresno
(kamu datang dengan cinta)
koe lungo aku sing loro
(kamu pergi aku yang sakit)
tiwas wes tenanan
(sudah terlanjur serius)
jebul pelampiasan
(ternyata hanya pelmpiasan)
tiwas wes tresno
(terlanjur suka)
aku mung mbok anggep opo
(aku hanya kamu anggap apa)
tulung iki ati
(tolong ini hati)
kok malah mbok cacah cacahi
(kamu malah menyakiti)
isih ora nyongko
(masih tidak menyangka)
koe bali karo sinng wingi
(kamu kembali dengan yang kemarin)
sing jaremu ngelarani
(yang katamu menyakiti)
tiwas wes tenanan
(sudah terlanjur serius)
jebul pelampiasan
(ternyata hanya pelmpiasan)
tiwas wes tresno
(terlanjur suka)
aku mung mbok anggep opo
(aku hanya kamu anggap apa)
tulung iki ati
(tolong ini hati)
kok malah mbok cacah cacahi
(kamu malah menyakiti)
isih ora nyongko
(masih tidak menyangka)
koe bali karo sinng wingi
(kamu kembali dengan yang kemarin)
sing jaremu ngelarani
(yang katamu menyakiti)
isih ora nyongko
(masih tidak menyangka)
koe bali karo sinng wingi
(kamu kembali dengan yang kemarin)
sing jaremu ngelarani
(yang katamu menyakiti)
(Nur Rohim/Penyiar)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....