Wayang Orang RRI Surakarta "Taruna Hanindhita", Sad Ending
- 09 Okt 2024 11:43 WIB
- Surakarta
"Taruna Hanindhita, memiliki nilai atau makna bakti anak kepada orang tua. Cerita berakhir sedih karena upaya Prabu Yudayana, putra Parikesit menghadapi musuh ayahnya berakhir gagal, hingga gugur akibat pertempuran" kata Wahyu.
Sajian ini , lanjutnya, terasa lebih mengharukan karena tampilan gugurnya Prabu Yudayana dalam pangkuan permaisuri tercinta (Gendrawati), disaksikan oleh Begawan Parikesit (ayah) , Gendrayana (adik) , Sutikno (Patih), Satapa dan Sugandhi (ibu). Ditambah lagi dengan formasi tata tari, garap artistik, narasi, tata musik menyentuh hati, dan kepiawaian pemeran, membuat para penonton hingga menitikkan air mata.

Salah seorang penonton Icha (30 th) mengaku terharu menyaksikan wayang Orang Taruna Hanindhita ini. Turut hanyut dalam kesedihan sebagai cerita berbobot.
"Tidak terasa saya meneteskan air mata menyaksikan adegan terakhir dari lakon ini, turut hanyut merasakan kesedihan, semoga cerita berbobot seperti ini terus disajikan".
Wahyu Sapta Pamungkas mengaku memilih lakon tersebut sebagai upaya untuk menghidupkan kembali Lakon Wayang Madya. Selama ini Wayang Madya tidak sepopuler Wayang Purwa.
"Lakon wayang Madya perlu dihidupkan, wayang Madya bercerita tentang trah Pandawa pasca Baratayudha, berawal dari Parikesit putra Abimanyu, hingga keturunannya' ucapnya.

Lakon Taruna Anindita didukung aktor gabungan antara RRI Surakarta, Sriwedari, dan alumni ISI Surakarta. Adapun yang menghidupkan lakon ini, antara lain: Ali Marsudi (RRI Surakarta) sebagai Parikesit, Guntur Kusuma (Sriwedari) sebagai Pratiwaraja, Prabu Yudayana diperankan oleh Tri Ageng Giatno Mukti (Sriwedari), Sanggita Setiaji (RRI Surakarta) berperan sebagai Gendrayana, dan Patih Harya Sutikno diperankan oleh Dewa Dharma ( RRI Surakarta), Naga Wisamuka dibawakan oleh Arka Kilat Kusumaningrat (TBJT).
Sedangkan bintang-bintang Putri Wayang Orang RRI Surakarta yang hadir berperan : Nining Wulandari sebagai Dewi Gendrawati, Yohana Rosinta Christmas sebagai Dewi Satapa, dan Fitria Trisna Murti sebagai Dewi Sugandi. Cerita ini berjalan relatif mulus dan berhasil menghipnotis penonton yang memenuhi auditorium Sarsito Mangunkusumo RRI Surakarta, meskipun sajiannya tidak terlalu hingar-bingar, namun membuat penonton sangat terkesan.
(Ali Marsudi)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....