Permainan Tradisional Dakon

  • 29 Sep 2024 22:21 WIB
  •  Surakarta

KBRN, Surakarta : Di era modern, apapun bisa dilakukan dengan menggunakan gadget, termasuk permainan anak-anak. Saat ini permainan atau game yang sering di temui adalah mobile legend, PUBG dll. Sementara mainan zaman dulu salah satunya Dakon mulai jarang ditemui.

Nah, Apa itu permainan Dakon ?

Dakon terbuat dari kayu, atau dari plastik, yang terdapat 14 lubang kecil dan 2 lubang besar di kanan dan kiri. Dimainkan secara bergilir 2 orang.

Dikutip dari https :// pustaka-bpkxii.org, Dakon sering disebut congklak. Berdasar sejarah dakon dibuat oleh Ki Buyut Manggal yang asalnya dari Gunung Lawu. Semacam paranormal yang dapat melihat nasib seseorang dengan cara memainkan dakon miliknya. Dakonnya diberi nama Gus Gamplong yang terbuat dari kayu sawo.

Ki Buyut Manggal memiliki murid kesayangan RM. Gandakusuma yang bergelar KGPAA Mangkunegara IV. Setelah selesai berguru, Gandakusuma meminta izin untuk membawa dakon Gus Gamplong ke Istana Mangkunegaran.

Permainan ini akhirnya dikenal di lingkungan istana Mangkunegaran yang juga digemari oleh para puteri untuk mengisi waktu luang di sela berlatih tari Bedhaya. Lubang-lubang di dalam dakon disebut Sawah dan harus diisi dengan kecik. Isi dakon biasanya benda yang ukurannya kecil, atau biji tumbuhan yang sifatnya tahan lama seperti biji kecik.

Dahulu kala dakon dibuat di atas tanah. Lalu agar mudah dibawa, dibuat dengan bahan kayu. Di lingkungan istana dakon terbuat dari kayu jati yang diperindah dengan ukiran, tapi pada saat ini dakon banyak terbuat dari plastik.

Permainan dakon hakekatnya juga dapat melatih berhitung. Ketelitian dan kefokusan juga dapat diasah dengan memainkannya. Selain menghibur hati, permainan tradisional ini juga memiliki nilai sportif, kejujuran, penalaran, strategi berpikir, rasa tanggung jawab, demokrasi, persahabatan, sifat terbuka dan kepatuhan.

( Syurie Ariandani Hamurwati )

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....