Gibran Dihadiahi Pimpinan DPRD Keris Sengkelat, Filosofinya Sangat Dalam
- 18 Jul 2024 10:22 WIB
- Surakarta
KBRN,Surakarta: Pimpinan DPRD Kota Solo memberikan sebilah keris kepada Gibran Rakabuming Raka sebagai kenang-kenangan saat Rapat Paripurna Pengunduran Diri Wali Kota Solo, di Graha Paripurna DPRD, Rabu (17/7/2024). Keris yang diberikan kepada Gibran tersebut jenis Sengkelat.
Penyerahan cinderamata keris dilakukan Ketua DPRD Solo Budi Prasetyo didampingi Wakil Ketua Sugeng Riyanto, Ahmad Sapari dan Taufiqurrahman. Sementara Gibran saat menerima keris Sengkelat didampingi Wakil Walikota Teguh Prakosa dan Sekretaris Dewan Kinkin Sultanul Hakim.
"Sengaja tadi malam kita berpikir kira-kira apa yang mau kita berikan ke beliau. Lha Pak Sugeng ahli keris kemudian juga pas rapat banggar muncul kenangan keris," ucap Ketua DPRD Solo Budi Prasetyo saat menyerahkan keris.
Budi mengatakan, keris memiliki filosofi 'Kebangkitan Ekonomi Rakyat Indonesia Surakarta'. Harapannya Gibran setelah menjadi Wakil Presiden tetap kerja keras dan rendah hati. "Kemudian ikhlas dan satu lagi tetap ingat Solo," ucap dia.
Dikutip dari berbagai sumber, Keris Kyai Sengkelat merupakan keris ampuh milik Sunan Kalijaga yang dibuat empu Ki Supa. Keris tersebut dibuat tidak dengan cara ditempa, melainkan hanya dipijat dengan kedua tangan Ki Supa.
Setelah jadi, keris tersebut kemudian diserahkan kepada Ki Supa untuk disimpan, lantaran tidak cocok untuk seorang ulama. Keris tersebut sangat cocok untuk seorang Raja atau pemimpin dari Tanah Jawa. Akhirnya keris tersebut sampai ke tangan Raden Patah yang kemudian menurunkan raja-raja di Jawa.
Namun keris yang diberikan ke Gibran oleh pimpinan DPRD bukan Keris Kyai Sengkelat yang dari Sunan Kalijaga. Namun Keris Sengkelat tetap saja memiliki makna yang dalam bagi orang Jawa.

Wakil ketua DPRD Kota Solo Sugeng Riyanto mengatakan, Keris Sengkelat itu merupakan buatan seorang empu keris dari Solo.
“Pesannya Keris Sengkelat dari perajin Solo, kita memang carikan filosofi pas buat mas wali (Gibran). Soal harga tidak tahu,” ucap Sugeng Riyanto.
Keris tersebut mempunyai luk (garis kelok) 13, sama seperti Luk Sengkelat aslinya. Kemudian terdapat rigid kembang kacang, serta lambe gajah.
“Itu adalah keris jenis Sengkelat. Makna Sengkelat adalah, sengkel atine (marah hatinya), siapa yang sengkel atine? Ya rakyat. Kalau kebijakan pemimpin Presiden dan Wakil Presiden, Wali Kota, termasuk Anggota DPRD tidak berpihak pada rakyat, akan sakit hatinya (marah),” kata Politisi PKS itu.
Adapun pamor atau corak keris ini blarak sineret, seperti daun kelapa yang ditarik. Filosofinya bahwa blarak itu bagian dari pohon kelapa. Dimana pohon kelapa itu semua bagiannya memberikan manfaat.
“Jadi pesan kami juga pada mas wali (Gibran) sebagai wapres optimalkan sebanyak mungkin memunculkan kemaslahatan, pemanfaatan bagi rakyat Indonesia. Apalagi Solo. Jadi dari pamornya blarak sineret (pemanfaatan), dari sisi jenis kerisnya adalah sengkelat. Itu pesannya buat kebijakan yang tidak membuat marah hatinya rakyat,” kata dia membeberkan.
Sugeng menyebut, filosofi Keris Sengkelat bagi Gibran, sebagai bentuk nasehat yang akan menjabat Wakil Presiden.
“Keris Sengkelat sebagai nasehat bagi panjenengan (Gibran). Kalau buat kebijakan harus berpihak pada rakyat, agar tidak sengkelat. Agar rakyat tidak sengkel atine (marah hatinya),“ katanya. MI
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....