Kampung Dolanan Sidowayah Ajak Anak Lepas Sejenak dari Gawai
- 02 Sep 2026 20:29 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID , Surakarta - Kampung Dolanan Sidowayah dikembangkan sebagai sarana edukasi sekaligus upaya melestarikan permainan tradisional di tengah meningkatnya penggunaan gawai oleh anak-anak. Kampung Dolanan ini dirintis oleh kelompok pemuda bersama Badan Usaha Milik Desa atau BUMDes sejak 2016.
Pengelola Kampung Dolanan Sidowayah, Hattaya mengatakan, gagasan tersebut berawal dari keprihatinan terhadap anak-anak yang mulai tidak mengenal permainan tradisional. Anak-anak dinilai lebih banyak menghabiskan waktu dengan permainan melalui telepon seluler.
“Keprihatinan kita terhadap anak-anak yang sudah tidak mengenal permainan tradisional. Banyak bermainnya hanya game-game di HP. Dari situ kita bersama anak-anak muda berembuk dan akhirnya membangun Kampung Dolanan.”ujar Hattaya kepada RRI Selasa 1 September 2026.
Hattaya menjelaskan, pengembangan Kampung Dolanan diawali dengan membersihkan dan memanfaatkan lokasi yang sebelumnya tidak terawat. Dengan semangat gotong royong, para pemuda kemudian mengembangkan lokasi tersebut menjadi tempat permainan tradisional sekaligus kegiatan edukasi.
Berbagai permainan tradisional kini menjadi bagian dari kegiatan di Kampung Dolanan Sidowayah. Di antaranya lompat tali, gobak sodor, engklek, egrang, teklek, hingga berbagai permainan kelompok lainnya.
Dalam pelaksanaannya, anak-anak dibagi dalam sejumlah kelompok dan didampingi trainer atau instruktur. Melalui kegiatan tersebut, anak-anak tidak hanya bermain, tetapi juga diajak membangun kerja sama, berinteraksi, serta belajar kepemimpinan.
Hattaya mengatakan, nilai-nilai yang terkandung dalam permainan tradisional juga dikaitkan dengan nilai Pancasila. Anak-anak diajak memahami pentingnya kebersamaan, saling menghargai, menghormati, serta menjaga kekompakan dalam kelompok.
“Kalau bermain sendiri, berbeda dengan bermain kelompok. Di sini mereka kita dorong untuk berbaur. Yang awalnya malu atau tidak bisa berbicara, akhirnya terpancing untuk berinteraksi. Mereka sadar bahwa bermain bersama itu sangat menyenangkan.” Ujar Hattaya.
Selain permainan tradisional, Kampung Dolanan Sidowayah terus melakukan pengembangan kegiatan edukasi. Salah satunya pembelajaran pemanenan air hujan. Anak-anak dikenalkan dengan proses air, cara menampung air hujan, hingga pentingnya menjaga ketersediaan air bersih.
Pengelola juga melibatkan masyarakat dalam pengembangan wisata.Sejumlah produk UMKM seperti telur asin, egg roll, keripik dan ecoprint menjadi bagian dari paket wisata. Masyarakat yang memiliki kerbau juga dilibatkan dalam kegiatan edukasi membajak sawah.(lidia)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....