Aska Nyalakan Semangat Kartini lewat Puisi dari Atas Kursi Roda
- 21 Apr 2026 19:25 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Kursi roda yang dinaiki oleh Aska Ramadani itu didorong hingga ke atas panggung. Sejenak suasana menjadi sedikit tenang. Kemudian ia lekas membaca puisi dengan lantang di hadapan ratusan teman-teman lainnya.
Aska membaca puisi tentang RA Kartini yang memperjuangkan kesetaraan terutama bagi perempuan. Siswa kelas dua SMA LB dari Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Surakarta itu berhasil memukau teman-temanya di aula sekolah setempat, Selasa, 21 April 2026.
Remaja yang hobi menulis ini tampak begitu mendalami makna perjuangan Kartini sebagai pahlawan yang membuka pintu pendidikan bagi kaum perempuan. Bahkan ia juga sering menang lomba baca puisi.
Bagi Aska, sosok Kartini adalah cermin ketangguhan yang membuatnya tetap bersemangat meski harus menjalani keseharian dengan tantangan fisik yang tidak mudah.
Aska berharap semangat pantang menyerah yang diwariskan Kartini dapat meresap ke dalam jiwa teman-teman penyandang disabilitas lainnya di seluruh Indonesia.
Ia memimpikan masa depan di mana masyarakat luas memberikan perhatian dan ruang yang setara bagi para difabel untuk berkarya dan berprestasi.
Baginya, pendidikan adalah senjata utama untuk mengubah nasib dan membuktikan bahwa kemampuan seseorang tidak bisa dinilai hanya dari kondisi fisiknya saja.
"Saya ingin mengadaptasi sifat pantang menyerah Ibu Kartini dan selalu mengusahakan yang terbaik. Harapan saya, teman-teman perempuan bisa lebih berprestasi lagi dan untuk para difabel agar lebih diperhatikan oleh seluruh warga Indonesia," kata Aska dengan penuh semangat.
Meski hanya diikuti secara sederhana, nilai-nilai kemandirian yang ditanamkan menjadi modal berharga bagi seratus tiga puluh siswa tersebut.
Mereka pulang tidak hanya membawa kenangan manis, tetapi juga keyakinan baru bahwa setiap anak adalah istimewa dengan jalan prestasinya masing-masing.
Peringatan tahun ini mengusung tema "Kartini Masa Kini: Berani, Mandiri, dan Berprestasi" yang diwujudkan melalui berbagai aksi unjuk bakat.
Para siswa menampilkan hasil latihan rutin dari program "Bakmi Pedas" atau Bakat Minat Pengembangan Diri dan Literasi.
Mulai dari peragaan busana yang penuh percaya diri, pembacaan puisi yang menyentuh hati, hingga unjuk kemampuan bela diri dan menari, semua dilakukan untuk memupuk kemandirian sejak dini.
Kepala SLB D1 YPAC Surakarta, Wiwik Harianti, menegaskan momen Kartini harus menjadi pemantik bagi siswa untuk berani menyuarakan hal-hal baik dan meraih cita-cita.
Sekolah berupaya keras mematahkan stigma negatif masyarakat yang sering memandang sebelah mata anak-anak berkebutuhan khusus.
Melalui pelatihan kewirausahaan dan pengembangan seni, para siswa dipersiapkan untuk menjadi pribadi yang unik dan mampu berdiri di atas kaki sendiri.
"Momen Kartini bukan sekadar pakai kebaya, tapi anak-anak harus berani meraih mimpi dan mengatakan hal baik. Kami ingin menunjukkan bahwa mereka mampu mandiri seperti anak pada umumnya melalui keistimewaan dan ciri khas yang mereka miliki," ujar Wiwik Harianti. (Dania/W)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....