Asal Mula Nama Kampung Danukusuman Solo

  • 25 Feb 2026 11:48 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Keraton Kasunanan Surakarta yang dulu sebagai pusat pemerintahan dan sekarang sudah bermetamorfosis menjadi Kota Surakarta atau Kota Solo, memiliki banyak jejak sejarah, termasuk penamaan Kampung. Salah satunya Kampung Danukusuman yang berada di Kalurahan Danukusuman Kecamatan Serengan Kota Solo.Kampung Danukusuman merupakan salah satu dari 10 Kampung yang ada di Kalurahan Danukusuman; tepatnya berada di RW 1 dan RW 2.

Hanya saja cerita tentang Danukusuman, sampai sekarang belum diketahui dengan jelas. Sebagaimana diakui tokoh warga Danukusuman, Samino yang selama ini banyak menangani kegiatan seni budaya. Sehingga ketika pihaknya pernah menggelar Gelar Budaya, ceritanya hanya direka-reka saja.

“Tidak bisa ditemukan kemarin dari temen saya yang membuat hanya mereka-reka. Dari tokoh masyarakat yang ada tidak bisa memberikan sumber yang pasti Jadi waktu gelar budaya menggali, tokoh masyarakat ndak ada yang merespon ndak tahu. Karena tidak ditemukan, tidak ada orang yang tahu. Gelar budaya direka-reka saja karena ndak ada sumber pasti, “ ungkap Samino

Padahal cerita tentang Kampung Danukusuman, sebenarnya bisa dikulik melalui beberapa sumber yakni : Serat Babad Pakepung juga Lelampahan Paku Buwono VI. Menurut Ketua Solo Societiet Dani Saptono, kampung yang berada di sisi selatan Kota Solo ini diambil dari tokoh terhormat masa lalu Pangeran Danukusuma.

Jauh sebelum nama Danukusuman terkerek, kampung tersebut bernama kampung Danupayan. Dihuni oleh Pangeran Danupaya, buah hati kinasih Paku Buwono IV yang memerintah tahun 1788 hingga 1820.

“Pangeran Danupaya punya 2 putra. Pangeran Danupaya II yang kemudian pindah ke Manado, yang ke 2 RM Mendung. Putra ke 2 RM Mendung ini bergelar menjadi Pangaren Danukusuma semasa PB VIII. Beliau ditetapkan sebagai KPA Danukusuma pada 8 Senin Rabiul akhir tahun alit 1787 atau 1859 Masehi. Jadi jauh sebelum Pangeran Danukusuma menjadi kampung Danukusuman,” kata Dani Saptoni kepada rri.co.id Selasa 24 Februari 2026.

Kisah lain tentang Kampung Danupayan yang kemudian bersalin nama Danukusuman juga tercatat taktala pecah De Java Oorlog alias Perang Jawa atau di sejarah dikenal Perang Diponegoro 1825 sampai 1830. Kampung Danukusuman ini dirusak pasukan Diponegoro.

“Ada sejarah di Kisah Perang Jawa atau Jawa Oorlog Diponegoro 1825 -1830, kampung Danupayan pernah diserang Laskar Diponegara. Perang di Benteng Delanggu dengan palima Tondonegoro melarikan diri, lalu Laskar Diponegoro merangsek dalam Kota : Kampung Danupayan, Nglebak, Telukan dan Semanggi, “ ungkap Dani

Kampung Danukusuman Solo banyak sekali merekam sejarah. Juga kampung-kampung lama seiring dengan pertumbuhan Keraton Surakarta.

Menurut Dani tinggal sekarang dibutuhkan konsensus ulang semua pihak mulai Pemerintah Kota sampai Kalurahan untuk menggali.Kemudian sosialisasi ke warga tentang sejarah kampung masing-masing, agar rekam sejarah tidak hilang. ( Wiwid Wida )

Rekomendasi Berita