Ponten, Bangunan Bersejarah Peninggalan Mangkunegoro VII, Terawat namun Sepi

  • 20 Feb 2026 16:05 WIB
  •  Surakarta

RRI. CO.ID - Surakarta: Bangunan bersejarah bercat putih yang menawan di Kampung Ngebrusan Kalurahan Kestalan Solo, di tepi sungai Kali Pepe dikenal warga dengan nama Ponten. Sesuai dengan prasasti yang tertempel di bangunan tersebut, Ponten dibangun pada tahun 1936 atas perintah Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Ario (KGPAA) Mangkunegara VII.

Rancangan bangunannya dipercayakan kepada Hermans Thomas Karsten, seorang arsitek asal Belanda yang banyak meracik karya bangunan heritage fenomenal Kota Solo. Antara lain stasiun Balapan, Masjid Al Wustho Mangkunegaran, dan Pasar Gede. Bangunan ini berfungsi sebagai tempat Mandi, Cuci dan Kakus (MCK) bagi warga sekitar.

Sebutan ponten yang diberikan pada bangunan seluas 100 meter persegi pada lahan 834 meter persegi ini berasal dari pelafalan kata fountain dalam bahasa Belanda berarti air mancur. Thomas Karsten memang melengkapi dengan air mancur bangunan yang memiliki pintu masuk di sisi kanan atau timur untuk laki-laki dan kiri atau barat untuk perempuan.

Menurut Budayawan Solo Kanjeng Raden Haryo Tumenggung Mufti Raharjo, pada saat Mangkunegara VII kemajuan Praja Mangkunegaran memang luar biasa.Sebab ia dikenal sebagai sosok penguasa yang berpandangan modern pada jamannya.

Pada saat kebiasaan masyarakat menggunakan sungai untuk berbagai keperluan, termasuk mandi, cuci, maupun buang air besar, kemudian diedukasi untuk mengenal peradaban. Sehingga tidak langsung masuk ke sungai, namun melalui sarana MCK.

“Ponten itu gila merubah landscape, arsitektural, peradaban kebiasaan orang Jawa yang tadinya keperluan tertentu langsung di sungai diedukasi bangun MCK di ponten itu. Sehingga peradaban berubah dari semula di sungai menjadi disitu, ada pipa besar di bawahnya, kemajuan Kota secara hygienis dan medis, opo-opo dibuang di sungai campur jadi satu menjadi teredukasi tidak di sungai dan secara hygienis menjadikan masyarakat lebih sehat,” kata Mufti Raharjo kepada rri.co.id Jumat 20 Februari 2026.

Prasasti Ponten yang menunjukkan dibangun oleh KGPAA Mangkunegoro VII tahun 1936 ( Foto : RRI/Wiwid Wida )

Kebiasaan untuk hidup sehat itu sangatlah penting bagi warga sekitar ponten, apalagi tak jauh dari tempat tersebut di Kestalan merupakan kandang kuda (castil) pasukan Kavaleri Mangkunegaran. Sehingga sering kotoran kuda juga terbuang ke sungai dan mengalir sampai Ngebrusan.

Pujoko, masyarakat sekitar Ponten yang sekarang dipercaya menjaga dan merawat bangunan bersejarah tersebut berkisah, tak hanya berhenti membangun. Mangkunegara VII terus memantau kebiasaan warga nya untuk bisa hidup secara sehat. Kalau melihat masih ada warga yang belum beradab tetap menggunakan sungai untuk MCK, maka tak segan-segan Mangkunegara VII atau para punggawanya, dari jauh akan membidik dengan ketapel atau diplintheng.

“Dulu WC umum masyatakat sekitar, dulu kan ndak punya sendiri to, padahal Kestalan itu kandang kuda Mangkunegaran kotor ke sungai juga. Mangkunegara VII bikin ini untuk masyarakat kalau nge- chek seminggu kesini nge-chek, kalau masih ada diplintheng supaya ndak di sungai,” ungkap Pujoko

Bangunan Ponten sekarang menjadi Cagar Budaya. Masih terawat dengan baik berkat ketelatenan setiap hari selalu membersihkan. Kadang-kadang digunakan untuk masyarakat kalurahan Kestalan Banjarsari Solo untuk berbagai acara , juga tempat kunjungan wisata maupun objek karya ilmiah di bidang sejarah dan budaya. Tapi itu tak sering terjadi, karena sehari-hari Ponten lebih banyak sepi kegiatan. (Wiwid Wida )

Rekomendasi Berita