Petani Digital Alumnus Unisri yang Bikin Penasaran Menteri Komdigi
- 10 Nov 2025 10:02 WIB
- Surakarta
KBRN,Sragen: Petani digital asal Desa Padas, Kecamatan Tanon Kabupaten Sragen, Bisma Rizki Ramadhan belakangan menjadi buah bibir. Pemuda yang menekuni pertanian holtikultura itu berhasil bikin penasaran Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi RI) Meutya Hafid.
Meutya Hafid rela datang jauh-jauh dari Jakarta untuk melihat langsung teknologi Internet of Things yang digunakan Bisma untuk mendukung pertanian. Tak terbayangkan sebelumnya, inovasi yang ia gunakan dalam pertanian melon setahun terakhir itu bakal didatangi Menteri Komdigi ke kampung halamannya Desa Padas Kecamatan Tanon sepekan lalu.
"Seneng juga ya bisa dikunjungi Ibu Menteri," ucap Bisma saat dijumpai di green house miliknya, beberapa hari lalu.
Bisma mengaku menekuni budidaya melon jenis In Tanon Lavender The Blues dengan kualitas premium. Dia menekuni pertanian itu setelah lulus dari kuliah Jurusan Pertanian Universitas Slamat Riyadi (Unisri) Surakarta 2022 lalu.
"Lulus 2022 itu bingung mau ngapain, sempat nganggur di rumah. Akhirnya nekat bertani (bangun green house), lalu kita tanam melon premium ini ternyata hasilnya bagus," ujar Bisma.
Awalnya tanaman melon hanya bermodalkan green house yang dapat menampung 1.000 bibit melon. Bisma lantas ingin membuat inovasi pertanian menggunakan teknologi internet of things (IoT) untuk mendukung perkebunan melonnya.

Pengunjung wisata petik buah melon di Perkebunan Melon milik Bisma Rizky Ramadhan.
Ia mendapatkan pendampingan mitra teknologi pertanian yaitu PT Habibie Digital Nusantara dan PT Mitra Sejahtera Membangun Bangsa. Bisma mengatakan banyak keuntungan dari sistem IoT yang ia gunakan, salah satunya penyiraman sudah otomatis terkontrol dalam satu aplikasi.
Dengan menggunakan HP android dirinya sudah dapat melakukan penyiraman tanaman melon dari kejauhan. Selain kualitas, Bisma juga menyebut dengan sistem tersebut memengaruhi pupuk yang digunakan.
“Sistem IoT, sistemnya penyiraman sudah otomatis terkontrol dalam satu aplikasi. Ya bisa memengaruhi kualitas dari buahnya,” ucap dia.
Tidak perlu melakukan pemupukan secara manual karena sudah otomatis tersistem sesuai dengan kebutuhan yang direncanakan. Dengan adanya sistem tersebut Bisma menyebut lebih menghemat tenaga dan waktu.
“Ya, dibilang kualitas juga bisa terpengaruh, pupuk juga bisa. Penyiraman dan peracikan pupuk sudah otomatis. Bisa bekerja sendiri melalui aplikasi, Bisa nyedot sendiri. Efisiensi tenaga dan waktu. Yang biasanya dilakukan sendiri bisa melalui aplikasi,” katanya sembari menunjukkan peralatan IoT yang dia gunakan.

Petani digital asal Desa Padas, Kecamatan Tanon Kabupaten Sragen, Bisma Rizki Ramadhan menjelaskan kualitas Melon Premium di pertanian yang ia kelola dengan IoT.
Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid meninjau pertanian Melon Premium dan sempat mencicipi hasil dari budidaya yang menggunakan IoT Smart Farming. Menurutnya, dengan teknologi tersebut menghasilkan melon yang lebih manis.
Menurutnya penggunaan teknologi kecerdasan artificial secara sederhana ini sudah mampu mengurangi pemakaian pupuk sekitar 40 sampai 50% dengan produktivitas yang juga meningkat, emisi karbon yang lebih rendah. Pemanfaatan teknologi informasi dan kecerdasan artificial dinilai sangat mendukung pertanian.
“Tadi setelah berbincang dengan para petani, setelah menggunakan alat ini, yaitu potensi dan kecerdasan teknologi secara sederhana ini sudah mampu mengurangi pemakaian pupuk sekitar 40 sampai 50% dengan produktivitas yang juga meningkat, emisi karbon yang lebih rendah,” katanya di Sidoharjo, Sragen, Rabu (5/11/2025). MI
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....