Solo Balapan Hening, Tiada Lagu Bengawan Solo Sambut Penumpang

  • 27 Agt 2025 19:28 WIB
  •  Surakarta

KBRN, Surakarta: Lagu Bengawan Solo mendadak hilang dari Stasiun Bengawan Solo. Instrumen yang biasanya menyambut kedatangan pelanggan Kereta Api baik jarak jauh maupun commuter line itu beberapa hari terakhir sudah tak lagi terdengar.

Instrumental lagu yang diciptakan sang maestro keroncong Almarhum Gesang itu mendadak hilang dari stasiun-stasiun KA di Kota Solo setelah ramai polemik royalti belakangan ini. Sebelumnya PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta selalu memutar instrumen lagu Bengawan Solo saat kedatangan dan keberangkatan kereta api.

Dari pantauan di Stasiun Balapan Rabu (27/8/2025) pukul 15.00 WIB suasana di keberangkatan kereta api terasa hening. Apalagi, saat commuter line Jogja-Solo yang tiba di Stasiun Balapan tidak ada lagu Bengawan Solo sebagai penyambutan pelanggan KA.

Salah satu penumpang kereta api, Salma mengaku sejak pukul 15.00 WIB di Stasiun terbesar di Kota Solo itu tidak mendengar lagu Bengawan Solo. Ia hanya mendengar live musik keroncong yang berada di dekat peron 4.

“Sudah tidak denga tadi. Yang ada itu keroncong di dekat musholla itu," ucap dia di Stasiun Balapan Solo, Rabu (27/8).

Menurutnya, tidak adanya lagu Bengawan Solo membuat suasana menjadi sepi. Dirinya juga merasa aneh ketika tidak ada lagu Bengawan Solo seperti biasanya.

“Ya sepi, biasanya kan ada , ini juga di Solo nggak ada lagu kayak gimana gitu,” ucap dia.

Senada disampaikan Silvi warga Jogja yang tiap hari laju ke Solo naik commuter line. Menurutnya sudah beberapa hari terakhir tidak ada lagu Bengawan Solo.

"Bener, udah beberapa hari ini tidak ada. Biasanya sampai Purwosari dan Balapan ada Bengawan Solo. Apa gara-gara ramai royalti itu ya?" ucap dia.

Tanto salah satu pelanggan commuter line Jogja-Solo juga menyadari tidak ada instrumen lagu Bengawan Solo di Stasiun Solo Balapan beberapa hari belakangan.

“Kayaknya sudah sepekan ini nggak ada lagu instrumen Bengawan Solo. Biasanya setiap kereta datang baik jarak jauh atau dekat pasti disambut instrumen Bengawan Solo, karena setiap hari turun di Stasiun Balapan,” ucap dia.

Tanto mengatakan, lagu Bengawan Solo selama ini menjadi ciri khas penanda bahwa penumpang sudah berada di Stasiun Kota Solo. Terutama sudah tiba di Stasiun Balapan Solo.

“Itu menjadi penanda ya, atau identitas sepertinya. Hanya di stasiun-stasiun KA di Solo. Menurutku ya sayang ya ketika itu ciri khas stasiun di Solo menjadi penanda tiba-tiba hilang sunyi senyap gitu,” ucapnya.

Manajer Humas PT KAI Daop 6 Yogyakarta Feni Novida Saragih membenarkan bahwa lagu Bengawan Solo tidak diputar di Stasiun Solo. “Memang untuk sementara lagu tersebut tidak diputarkan dulu,” ujarnya saat dikonfirmasi wartawan, Rabu.

Feni mengatakan, penghentian itu sudah berlangsung sejak akhir bulan Juli. Dirinya sendiri, enggan mengungkapkan alasan lagi tersebut berhenti diputar.

“Sudah sejak Juli lalu (tidak diputar). Ada evaluasi di internal, sambil paralel sedang kita evaluasi secara internal dulu,” ucap dia singkat. MI

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....