Damkar Sragen Penuhi Layanan 20-Kecamatan Ditengah Minimnya Anggaran
- 22 Jul 2025 10:16 WIB
- Surakarta
KBRN,Sragen: Musim kemarau telah tiba, kejadian kebakaran mulai meningkat. Dalam hal ini Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Sragen dituntut memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat. Namun disisi lain anggaran operasional lembaga tersebut sangat mepet.
Kepala Bidang Damkar Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Sragen, Tomy Isharyanto mengungkapkan, Damkar menghadapi tantangan besar dalam memberikan pelayanan optimal. Dengan luas wilayah 20 kecamatan, Damkar Sragen harus berjuang keras memenuhi standar waktu respons cepat 15 menit di tengah anggaran yang mepet.
"Geografis Sragen terbagi di utara dan selatan Bengawan Solo. Dengan karakteristik geografis berbeda dan layanan kemanusiaan berbeda. Dulu itu pernah kebakaran di Gemolong kita harus kembali ke Sragen untuk ngisi air, karena di sana sulit air," ucap Tomy belum lama ini.
Disaat masyarakat kini mengidolakan Damkar karena sat-set lantaran cepat respon keluhan masyarakat, namun anggaran mereka jauh dari kata ideal. Anggaran hanya berkisar Rp 150 juta per tahun untuk operasional mengkaver 20 kecamatan.
"Belum termasuk pemeliharaan kendaraan yang ditanggung Satpol-PP. Saya kemarin rapat sama Komisi 1 minta anggaran gede, tapi setelah dibuka, yang besar itu kan honorer untuk anggota saya,” ucap Tomy.
Kondisi itu menggambarkan betapa tipisnya alokasi dana untuk kebutuhan vital operasional. Saat ini, Damkar Sragen hanya memiliki dua posko, yaitu di Pos Induk Sragen dan Gemolong.
Pos Induk memiliki lima kendaraan, namun hanya tiga armada yang siap tugas. Sementara itu, Pos Gemolong hanya memiliki satu armada. Parahnya lagi, Damkar Sragen tidak memiliki mobil operasional taktis, sehingga terpaksa menggunakan mobil dinas Kepala Bidang Damkar.
”Kalau evakuasi tiap hari ada, kalau kebakaran masih normal,” kata Tomy.
Tomy menjelaskan untuk memenuhi standar waktu respons 15 menit dari Kemendagri, idealnya Sragen membutuhkan posko di setiap eks-kawedanan seperti Sragen, Gondang, Tangen, dan Gemolong.
Saat ini, Damkar Sragen sedang berupaya mengajukan pembangunan pos ketiga di Karisidenan Tangen, yang diharapkan dapat memperpendek waktu respons di wilayah utara yang dikenal sulit air.
Tomy juga mengungkapkan layanan masyarakat Damkar tidak hanya penanganan kebakaran tetapi juga banyak evakuasi yang ditangani mencakup kasus-kasus membahayakan seperti ular, tawon, biawak. Hingga aduan warga tentang sapi masuk sumur, kambing masuk sumur, dan kucing tidak bisa turun.
Selain kebakaran, beban kerja Damkar Sragen sangat beragam dan terjadi setiap hari. Dengan 46 personel untuk dua pos Damkar pihaknya mengungkapkan pembagian regu pun belum ideal. Karena standarnya setiap regu empat personel meliputi driver, operator, nozzle man, dan asisten nozzle man.
"Satu regu terdiri dari sembilan orang dengan tiga armada yang masing-masing diisi tiga personel," ucapnya.
Di Gemolong, satu regu dengan empat orang dinilai aman, namun tidak cukup untuk mencakup seluruh area Sragen. ”Untuk minimal misal ada penambahan posko di kawedanan itu satu armada per posko. Tapi petugas kan harus disiapkan tiga sif tiga regu per regu empat orang,” kata Tomy. MI
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....