Kisah Meta Rosana, Ketua Kloter Perempuan Embarkasi Solo

  • 15 Jun 2025 23:40 WIB
  •  Surakarta

KBRN,Boyolali: Satgas Penyelanggara Ibadah Haji (PPIH) dalam dua tahun terakhir mempercayakan Ketua Kloter (kelompok terbang) bagi kaum perempuan. Memang belum banyak, namun ini diyakini sebagai persamaan gender, bahwa perempuan juga sama dapat mengemban tanggung jawab dalam memimpin jemaah haji.

Dalam hal ini PPIH Embarkasi Solo juga menugaskan sejumlah perempuan sebagai ketua kloter. Satu di antaranya Meta Rosana Dewi asal kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.

Kepada RRI beberapa waktu lalu, Meta sapaan akrabnya mengaku siap menjalankan amanah untuk memimpin 354 jemaah haji kloter 94 dari Kabupaten Kebumen. Perempuan 41 tahun itu memang sudah menjalankan haji yang kedua kalinya, setelah yang pertama pada 2004 lalu bersama keluarga.

"Insya Allah ini yang kedua, dulu 2004 pulang 2025 karena berangkat pas akhir tahun bareng keluarga. Lalu ini berangkat lagi menjadi petugas," ucap dia.

Meta mengakui, memang masih minim perempuan yang dipercaya sebagai ketua kloter. Kepercayaan ini lantas menjadi kesempatan dirinya untuk mengabdikan diri untuk melayani para tamu Allah untuk menjalankan rukun Islam kelima.

Analis SDM Aparatur Kantor Kementrian Agama Kemenag Kebumen itu mengatakan, sebelumnya mendaftar sebagai petugas haji dan lolos seleksi. Namun tidak menyangka akan dipercaya sebagai ketua kloter.

"Dulu daftar sebagai petugas kemudian ini dipercaya menjadi ketua kloter pertama kalinya. Yang jelas kami belajar dari teman-teman yang sudah sebelumnya sama-sama ketua kloter, apa yang harus kami lakukan termasuk bagaimana cara koordinasi KBIH bagaimana komunikasi dengan para jamaah dan juga ada pelatihan dari Kementerian Agama," kata dia menjelaskan.

"Memang jarang sekali perempuan (jadi ketua kloter) baru 2 tahun ini ada ketua kloter perempuan sebelumnya laki-laki terus. Tapi ya masih sedikit belum banyak," katanya lagi.

Istri dari Cahyanto Sulistyo Aji itu mengaku tidak mudah untuk menjalankan ketua kloter pada musim haji tahun ini seiring diberlakukan Syarikah.

Menurut dia Kloter 94 terbagi enam Syarikah sehingga hotel, akomodasi sudah barang tentu berbeda-beda. Bahkan petugas kloter saja berbeda-beda Syarikah sehingga koordinasi juga tidak mudah. Apalagi Jemaah Haji Kebumen itu terbagi dalam beberapa Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH).

"Kebumen semuanya yang kami terima dari manifest KBIH-nya Alhamdulillah banyak sekali NU muslimat ahd Al Huda Al Islam dan juga jamaah mandiri. Syarikahnya ada 6, termasuk petugas kloter juga terpisah beda-beda Syarikah. Harapan kami petugas kloter gabung dengan jemaah agar bisa melayani dengan semestinya," selorohnya.

Seorang ibu dengan empat anak itu mengaku selalu berkoordinasi dengan petugas yang lainnya. Pihaknya pun bersyukur seluruh rangkaian ibadah haji wajib dan sunan dapat berjalan dengan lancar.

"354 jemaah, Alhamdulillah ada yang risti (risiko tinggi) berat, risti ringan seperti yang kursi roda ada 23 orang, perempuan 7, sisanya laki-laki, sebenarnya lebih dari itu tetapi sejauh mereka masih bisa jalan kami sarankan tidak usah bawa kursi roda." MI

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....