HUT Bhayangkara ke-79, Polres Sragen Gotong-royong Bedah RTLH

  • 15 Jun 2025 23:20 WIB
  •  Surakarta

KBRN, Sragen: Jajaran Polres Sragen semangat gotong royong dan kepedulian sosial melakukan rehab rumah tidak layak huni (RTLH). Ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-79.

Kegiatan gotong royong dipimpin langsung Kapolres Sragen AKBP Petrus Parningotan Silalahi. Bedah rumah milik Jumair, warga Dukuh Karangudi RT 17, Desa Karangudi, Kecamatan Ngrampal.

Kegiatan Sabtu (14/6/2025) itu bukan sekadar pembangunan fisik, tapi menjadi simbol kekuatan solidaritas antara Polri, perguruan silat, dan masyarakat.

Layaknya legenda Bandung Bondowoso yang membangun candi dalam semalam, rumah milik Jumair yang sebelumnya tidak layak huni mulai dipugar dikerjakan bersama-sama dalam satu hari.

Acara dimulai pukul 08.15 WIB dengan kehadiran sejumlah tokoh penting, di antaranya Waka Polres Sragen bersama-sama pejabat utama Polres, Kapolsek bersama Muspika Kecamatan Ngrampal serta Kepala Desa Karangudi.

Dukungan kuat juga datang dari empat perguruan silat besar di Sragen diantaranya PSHT P 16, PSHT P 17, Pagar Nusa, dan IKSPI Kera Sakti.

Kehadiran mereka bukan sekadar simbolik. Melainkan turun langsung bersama anggota Polri dan warga dalam proses pembangunan rumah secara gotong royong.

AKBP Petrus menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang hadir dan terlibat. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya rutinitas seremonial, melainkan bentuk nyata kepedulian dan aksi sosial dalam rangka HUT Bhayangkara.

“Hari ini kita semua hadir untuk mempercepat pembangunan rumah layak huni bagi saudara kita. Kita kerjakan bersama-sama, sesuai kemampuan dan peran masing-masing. Seperti Bandung Bondowoso, kita berusaha menyelesaikan dalam satu hari. Semoga ini menjadi amal baik dan mendapat ridho Allah SWT,” kata AKBP Petrus.

Kegiatan ini juga memiliki pesan tersirat yang kuat, yakni menjaga kondusivitas wilayah jelang bulan Suro, masa yang seringkali diwarnai dinamika antar kelompok.

Dengan mempertemukan beragam unsur dalam satu semangat kemanusiaan, Polres Sragen menegaskan perannya sebagai pemersatu dan penjaga harmoni sosial.

Setelah sambutan, ratusan peserta langsung bergerak mengangkat bahan bangunan, memasang atap, mengecat dinding, hingga membersihkan lingkungan sekitar. Semua bergotong royong tanpa sekat, tanpa atribut kebesaran.

"Rumah baru bagi Bapak Jumair bukan hanya berarti atap dan dinding baru. Ia adalah simbol harapan baru, bukti bahwa kepedulian masih hidup, dan bahwa Bhayangkara bukan hanya penjaga keamanan, tapi juga pelayan masyarakat sejati," ujar Kapolres.

Momentum Hari Bhayangkara ke 79 ini, Polres Sragen tak sekadar memperingati, tapi menghidupkan kembali nilai luhur gotong royong di tengah masyarakat. MI

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....