Masjid Al-Falah Punya Progam Lunasi Pinjol-Rentenir Bagi Jemaah

  • 30 Apr 2025 13:19 WIB
  •  Surakarta

KBRN, Sragen: Masjid Al-Falah bisa jadi menjadi satu-satunya masjid di Kabupaten Sragen yang memiliki program pelunasan hutang pinjol (pinjaman online) dan rentenir bagi jemaahnya. Bahkan besaran hutang yang bisa dilunasi bisa mencapai ratusan juta.

Pelunasan hutang ini adalah satu dari puluhan program dari Tamir Masjid Al-Falah yang berlokasi di Jl Sukowati Sragen.

Masjid Al-Falah memang telah bermetamorfosa menjadi masjid yang inklusif dengan sejumlah program untuk kesejahteraan umat semenjak 2016 lalu. Tepatnya saat itu pengelolaan masjid diserahkan kepada kalangan Pemuda Muhammadiyah dengan penanggung jawab Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sragen.

Ketua Tamir Masjid Al-Falah Sragen Ir. Kusnadi Ikhwani mengaku dirinya diserahi mandat mengelola masjid yang didirikan tahun 1953-1956 di atas lahan Pabrik Gula (PG) Mojo itu dengan SK Bupati pada kepemimpinan Bupati Agus Fatchur Rahman. Semenjak itu 34 Tamir dibawah kepemimpinannya membuat gebrakan untuk mengenolkan semua kas masjid untuk kesejahteraan masjid dan umat.

"Jadi pada tahun 1953 sampai 2016 itu sama pada masjid umumnya.Habis Isya ditutup dibuka lagi menjelang salat Subuh karena tidak dikelola secara profesional. Sejak 2016 pergantian tamir muda-muda itu mencoba mengelola masjid secara serius. Dikelola profesional membuka diri 24 jam melayani musafir memberikan ruang anak muda menyiapkan buka puasa sejak 2016 hingga sekarang," kata Kusnadi belum lama ini.

Masjid Al-Falah Sragen ini bisa dibilang 'adik kakak' dengan masjid Jogokariyan Yogyakarta yang memiliki mind set saldo kas 0 rupiah demi kemakmuran umat. Kusnadi mengatakan dulu awal dirinya menjabat, operasional masjid Al-Falah hanya sekitar Rp 9 juta per bulan namun kini sudah mencapai Rp 200-300 juta per bulan. Belum lagi pada Ramadan diperkirakan mencapai Rp 1 miliar.

Ketua Tamir Masjid Al-Falah Sragen Ir. Kusnadi Ikhwani saat berbincang dengan rri.co.id di masjid setempat beberapa waktu lalu. (RRI Foto/ Mulato Ishaan)Ia tidak tahu uang itu akan tersedia atau tidak, karena operasional itu prinsipnya menggugah sedekah dari umat. Namun Kusnadi optimis setiap bulan selalu tertutup.

"Pendanaan full dari foundation by online maupun offline. Kita membangun kepercayaan kepada masyarakat dengan memberikan pelayanan terbaik. Baik di Sragen maupun secara umum lewat online lewat Instagram kampanye kegiatan-kegiatan itu. Akhirnya orang banyak yang sedekah ke masjid. Pengelola keuangan dikelola oleh LAZISMU full karena takmir tidak mengelola supaya transparansi dan profesional akuntabel," ujar Kusnadi.

Masjid Al-Falah belakangan ini juga membuat gebrakan lagi. Selain pemberdayaan UMKM dengan bantuan modal dan pembinaan, takmir juga membuat program pelunasan hutang pinjol dan rentenir bagi jemaahnya.

Tercatat sudah ada ratusan orang yang mengikuti program tersebut dan kini berhasil lepas dari jeratan pinjol dan rentenir.

"Jadi UMKM ini yang kena pinjol dan rentenir dibantu lewat uang masjid bank. Ada yang sampai Rp 7 juta dibayarin. Tapi hanya mengembalikan pokoknya saja, pinjem satu juta kembalikan satu juta, pinjem tujuh juta kembalikan tujuh juta dan saat ini sudah 100-an lebih orang yang memanfaatkan pinjaman itu," kata Kusnadi membeberkan.

Masjid Al-Falah Sragen tampak dari jalan Raya Sukowati Sragen. (RRI Foto/ Mulato Ishaan)"Jaminannya tanggung renteng, syaratnya pinjam minimal lima orang. Kalau ada satu orang yang melarikan diri maka emat orang mengejar.Dan Alhamdulillah sampai saat ini zero nunggak. Alhamdulillah."katanya.

Sementara untuk support UMKM lanjut Kusnadi kini ada sekitar 55 orang. Rata-rata pedagang kecil seperti jualan cilok pentol, pedagang kaki lima.

"Macam-macam itu kita bina setiap hari Sabtu datang di sini ada tausiah ada belajar ngaji ada belajar salat, belajar UMKM. Jadi kita hanya memberikan networking saja nanti ada Bank yang kerjasama dengan Al-Falah," ungkap Kusnadi lebih lanjut.

Menurut Kusnadi Masjid Al Falah juga memiliki program masjid binaan di sejumlah daerah. Program ini berupa pelatihan tamir masjid agar bisa mengelola secara profesional yang dimulai 6 bulan lalu. Hingga kini sudah lebih dari 30 masjid binaan yang menerapkan program pemakmuran masjid dan umat seperti Al-Falah.

"Soal pelatihan marbot itu kami mengadakan akademi marbot ini sudah tiga angkatan. Tujuannya supaya masjid-masjid yang lain yang belum serius mengelolanya yang belum ada full timernya bisa sering di sini waktunya 7 hari kelas dan didampingi selama setahun sampai masjidnya bisa makmur dan hidup.

Masjid Al-Falah ini menjadi salah satu rujukan dari berbagai daerah, dalam pengelolaan secara profesional. Masjid itu tidak hanya sekadar tempat ibadah, namun juga menjadi solusi berbagai problem masyarakat.

Tempat ibadah ini juga menyediakan tempat istirahat, untuk jemaah kemalaman, menyediakan makan dan minum untuk umat muslim dan non muslim sekalipun. Al-Falah juga menjadi simbul toleransi di Kabupaten Sragen. MI

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....